Breaking News! IHSG Naik 1,39%, Bergerak Balik ke Level 6.500

mkh, CNBC Indonesia
Kamis, 27/08/2026 13:55 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tajam pada perdagangan Kamis (27/8/2026). IHSG berhasil menembus level 6.490 setelah sempat bergerak volatil pada awal perdagangan.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pukul 13.53 WIB, IHSG naik 88,86 poin atau 1,39% ke level 6.494,55.

IHSG dibuka di level 6.390,35. Sepanjang perdagangan hari ini, indeks bergerak di rentang 6.376,65 hingga 6.494,55.


Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas saham yang bergerak di zona hijau. Sebanyak 529 saham tercatat menguat, sementara 137 saham melemah dan 297 saham lainnya stagnan.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi saham telah mencapai 19,96 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp7,66 triliun. Sementara itu, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,21 juta kali.

Penguatan IHSG hari ini menjadi rebound setelah pada perdagangan sebelumnya, Rabu (26/8/2026), indeks ditutup anjlok 1,48% atau 95,98 poin ke level 6.405,69.

Dengan posisi saat ini, IHSG telah menguat sekitar 88,86 poin atau 1,39% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net sell pada perdagangan saham Indonesia hingga penutupan sesi I

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan nilai pembelian sebesar Rp1,67 triliun dan penjualan mencapai Rp1,94 triliun. Dengan demikian, asing membukukan net sell sebesar Rp264,31 miliar di seluruh pasar.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai net sell mencapai Rp145,98 miliar. Diikuti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dengan net sell Rp127,57 miliar.

Di sisi lain, sejumlah saham justru menjadi sasaran akumulasi investor asing. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menjadi saham dengan net buy asing terbesar, yakni Rp28,42 miliar.

PT Timah (Persero) Tbk (TINS) menyusul dengan net buy Rp21,18 miliar, kemudian PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp11,42 miliar, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp11,37 miliar, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp10,56 miliar.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video:Pasar Pantau Fit & Proper Test Destry Damayanti - Rupiah Menguat