MARKET DATA

IHSG Masih Tertekan, Dibuka Melemah 0,24% Tinggalkan Level 6.400

Redaksi,  CNBC Indonesia
27 August 2026 09:06
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada pembukaan perdagangan Kamis (27/8/2026). Meski demikian, selang empat menit setelah pasar buka IHSG tercatat bergerak di zona hijau.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.390,35, melemah 15,33 poin atau 0,24% dari posisi penutupan sebelumnya di 6.405,68.

IHSG dibuka di level 6.390 dan dalam empat menit awal perdagangan sempat menyentuh level tertinggi 6.418 serta terendah 6.376.

Pelemahan IHSG disertai dengan 126 saham menguat, 206 saham melemah, sementara 304 saham lainnya stagnan.

Nilai transaksi pada awal perdagangan mencapai Rp 155,43 miliar dengan volume perdagangan sebanyak 309,47 juta saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 34.464 kali.

Memasuki perdagangan hari ini, pasar keuangan domestik masih akan diwarnai oleh sejumlah sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri.

Pertama, pasar akan menanti pengumuman hasil uji kelayakan calon Gubernur BI dan jajaran Dewan Gubernur BI. Pasar juga akan mencermati uji kelayakan dua calon Deputi Gubernur BI yang berlangsung hari ini.

Sementara dari global, hasil rilis inflasi terbaru di Negeri Paman Sam yang ternyata masih cukup tinggi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi memberikan sinyal yang cukup membuat tanda tanya mengenai arah kebijakan suku bunga bank The Fed.

Sementara itu, sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, pada hari ini, Kamis (27/8/2026).

Aksi ini tidak hanya didukung gerakan mahasiswa tetapi juga melibatkan kelompok masyarakat dengan kepentingan dan tuntutan yang berbeda. Di antara tuntutan demonstran adalah penolakan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah hingga tuntutan ekonomi dan demokrasi.

Menyusul aksi demi, sejumlah kantor menerapkan work from home (WFH) untuk mengantisipasi gangguan mobilitas dan potensi kemacetan. Karyawan yang pekerjaannya tidak memungkinkan dilakukan dari rumah bahkan diliburkan.

Kebijakan WFH antara lain diterapkan sejumlah perusahaan di kawasan Sudirman dan Semanggi. Beberapa agenda meeting offline juga ditunda atau dialihkan ke hari lain.

Dari kawasan regional, Bursa saham Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis (27/8/2026) di tengah perhatian investor terhadap rilis data laba industri China dan agenda Jackson Hole Economic Policy Symposium.

Melansir CNBC, kedua agenda tersebut menjadi sorotan karena dapat memberikan petunjuk baru mengenai arah perekonomian China dan kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS).

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,49%, sementara indeks Topix naik 0,15%. Penguatan tersebut terjadi ketika pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi global dan arah kebijakan moneter negara-negara utama.

Sementara itu, pasar saham Korea Selatan mencatatkan penguatan yang lebih signifikan dengan indeks Kospi melonjak 2,48%. Indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq juga naik 1,06%, mencerminkan sentimen positif yang cukup kuat di pasar Negeri Ginseng.

Berbeda dengan Jepang dan Korea Selatan, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 justru bergerak sedikit lebih rendah. Pergerakan yang bervariasi ini menunjukkan investor Asia masih mengambil sikap hati-hati menjelang sejumlah agenda ekonomi penting.

(fsd/fsd) [Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,28% ke Level 6.544


Most Popular
Features