MARKET DATA

Visi Besar Aida: Jadikan BI Bank Sentral Terbaik di Negara Berkembang

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
26 August 2026 15:05
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman saat menjalani Uji Kelayakan atau Fit and Proper Test di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman saat menjalani Uji Kelayakan atau Fit and Proper Test di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Calon tunggal Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Aida S. Budiman mengungkapkan visi besarnya jika terpilih sebagai pimpinan bank sentral. Hal ini dipaparkan di depan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan, Rabu (26/8/2026).

"Visinya masih tetap yaitu menjadi bank sentral terbaik di emerging economies (negara berkembang) dan berkontribusi positif ke perekonomian nasional dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif," kata Aida dalam paparannya.

Menjadi bank sentral terbaik di emerging economies, jelas Aida, berarti kebijakan yang dilakukan BI harus tetap bisa dibandingkan dengan teori dan based practices di bank-bank sentral lainnya sehingga kebijakannya lebih kredibel. Namun, dia menegaskan kebijakan ini harus tetap relevan dengan kebutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan juga berkontribusi positif.

Tujuan ini, menurut Aida, dapat dicapai dengan membawa BI tetap adaptif, akseleratif dan inovatif.

"Kenapa adaptif, tadi sudah disampaikan karena banyak perubahan yang terjadi, seperti sekarang banyak infrastruktur. Bila kita berbicara terkait dengan infrastruktur pemerintah, tentunya tidak hanya berbicara tentang fiskal, juga hanya Danantara," ujarnya.

Kemudian, inovasi, Aida menilai respons bank sentral harus tepat dan 'dua langkah' lebih maju. Contohnya adalah QRIS yang dikeluarkan 2019 dan telah menolong masyarakat dari Covid-19 saat interaksi terbatas.

Terakhir, akselerasi, Aida mengatakan ketika bank sentral sudah memiliki target dan milestone sudah jelas, maka percepatan harus dilaksanakan.

Ketika visi ditanamkan, Aida memaparkan 7 misi turunannya. Ketujuh misi tersebut antara lain, kalibrasi bauran kebijakan BI, reformasi data sesuai arsitektur data global, kebijakan memperluas sumber pembiayaan, kebijakan PUVA, kebijakan sistem pembayaran yang inovatif, pengembangan UMKM, dan bauran kebijakan kelembagaan.

"Yang pertama ini harus dilakukan karena akan menjadi landasan kita untuk membangun skenario yang lebih positif untuk perekonomian Indonesia. Yang satu yang penting ini adalah sinergi Bank Indonesia dan pemerintah (fiskal-moneter) yang dilandasi oleh komunikasi yang efektif," ujarnya.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Destry Damayanti Bakal Fit and Proper Test Calon Gubernur BI Hari ini


Most Popular
Features