MARKET DATA

Banyak Isu Negatif Soal Pindar, DPR: Masyarakat Harus Dicerahkan

dpu,  CNBC Indonesia
24 August 2026 11:45
Fintech Lending Days (FLD) 2026
Foto: Fintech Lending Days (FLD) 2026

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun mengakui bahwa peran Industri Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) atau Pindar sangat besar dalam mendorong perekonomian di Indonesia. Hal ini dibuktikan dari penetrasi Pindar ke UMKM yang telah mencapai 33%.

Sehingga sangat penting bagi pemerintah untuk terus mendukung kehadiran Pindar agar bisa dengan cepat mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi ke depan.

Sayangnya posisi Pindar ujarnya kerap kali dinilai negatif oleh masyarakat, karena adanya konsumen yang tidak memenuhi kewajibannya.

Melihat hal tersebut ia pun berharap perlu adanya dorongan kuat dari Pemerintah baik dari sisi regulasi dan juga edukasi agar industri ini bisa tetap kuat.

"Ini masyarakat harus dicerahkan. Ini (Pindar) punya penetrasi dan kontribusi sehingga negara perlu membuat regulasi yang mendukung," ujarnya dalam Fintech Lending Days (FLD) 2026, Senin (24/8/2026).

Ia pun menuturkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) punya tugas berat dalam mendukung pertumbuhan Pindar.

Di satu sisi OJK harus memikirkan bagaimana konsumen terlindungi dan di sisi lain bagaimana mendorong Industri bisa berkontribusi terhadap perekonomian.

Sehingga perlu kolaborasi kuat yang perlu dilakukan agar ke depan masyarakat bisa memanfaatkan Pindar dengan bertanggung jawab. Hal ini penting agar tidak ada lagi isu-isu negatif yang muncul terkait Pindar.

"Orang banyak cerita pindar dan disebar media. Padahal harus kita ingat juga, industri ini bawa banyak manfaat," terangnya.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Dongkrak Peran Pindar, DPR Tekankan Hal ini!


Most Popular
Features