MARKET DATA

Warisan Jumbo Michael Hartono! 4 Anak Masing-Masing Dapat Rp52 Triliun

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
13 August 2026 14:43
Michael Bambang Hartono. (Detikcom/Rifkianto Nugroho)
Foto: Michael Bambang Hartono. (Detikcom/Rifkianto Nugroho)

Jakarta, CNBC Indonesia — Keluarga konglomerat Indonesia telah mencatat salah satu pengalihan kekayaan terbesar di Asia dalam beberapa tahun terakhir. 

Sebagai informasi, salah satu pemilik grup Djarum, Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Maret 2026 di usia 86 tahun. Dia pun meninggalkan warisan yang dibagi rata kepada empat anaknya.

Mengutip Straits Times dan The Star yang melansir Bloomberg, menurut dokumen resmi pemerintah, kepemilikan saham Michael sebesar 49% di PT DIA telah dibagi rata kepada keempat ahli warisnya. 

Masing-masing ahli waris telah menerima saham dengan nilai setidaknya US$2,93 miliar atau setara Rp52,38 triliun (kurs Rp17.879/US$).

Bila dirinci, berdasarkan kepemilikan PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) atas BBCA saja, nilai saham Michael di bank tersebut mencapai sekitar Rp200 triliun per tanggal 13 Agustus 2026.

Selain itu PT DIA juga memiliki 19,95% saham Sarana Menara Nusantara (TOWR) dengan nilai Rp 4,6 triliun. Artinya nilai kepemilikan Michael di saham tersebut sekitar Rp 2,25 triliun. 

Adapun anak-anak Michael juga memiliki peran penting dalam berbagai lini kerajaan bisnis keluarga Hartono yang mencakup sektor perbankan, rokok, pusat perbelanjaan, dan perkebunan. Di antaranya Djarum, salah satu produsen rokok cengkih yang dikenal sebagai "kretek" terbesar di Indonesia.

Sementara itu, keluarga Hartono memiliki total kekayaan bersih gabungan sebesar US$43,8 miliar pada akhir 2025 menurut Forbes, menjadikan mereka keluarga terkaya di Indonesia.

Kekayaan kedua bersaudara itu melonjak setelah mereka mengembangkan bisnis rokok warisan ayah mereka dan merambah ke sektor keuangan.

Victor Hartono, putra sulung Robert, telah menggantikan ayahnya sebagai CEO Djarum, menurut dokumen perusahaan yang terpisah. Sebelumnya, ia menjabat sebagai chief operating officer.

Dalam perkembangan lain, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) telah mengumumkan perubahan pengendali saham, sehubungan dengan meninggalnya Michael Bambang Hartono.

Mengutip keterbukaan informasi, BCA mengumumkan bahwa Robert Budi Hartono menjadi pemegang saham pengendali PT DIA yang merupakan pemegang saham pengendali terakhir BBCA.

Persentase kepemilikan saham Robert di PT DIA tidak berubah yaitu 51% dari modal ditempatkan dan disetor PT DIA.

"Dengan demikian Pemegang Saham Pengendali Terakhir Perseroan menjadi Bapak Robert Budi Hartono," kata Corporate Secretary BCA, Rudy Budiardjo, dikutip dari keterbukaan informasi, Kamis (13/8/2026).

Rudy menyampaikan bahwa BCA telah menerima Surat OJK tertanggal 29 Juli 2026 perihal Struktur Kepemilikan Akhir.

BCA yang pada pokoknya menginformasikan kepada Perseroan bahwa perubahan struktur kepemilikan akhir Perseroan telah dicatat dalam administrasi pengawasan OJK di mana Robert Budi Hartono merupakan Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) dari Perseroan.

(mkh/mkh) [Gambas:Video CNBC]
Next Article BCA (BBCA) Kantongi Laba Rp 29,5 T di Semester 1 2026


Most Popular
Features