Saham Naik Ratusan Persen, BEI Pantau Ketat 2 Saham Ini

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Selasa, 11/08/2026 09:25 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS) dan PT Futura Energi Global Tbk. (FUTR) mulai Selasa, (11/8/2026). Emiten tersebut dipantau karena terjadi kenaikan harga saham yang tidak wajar.

Mengutip keterbukaan informasi BEI, saham tersebut bergerak di luar kebiasaan (Unusual Market Activity). Langkah tersebut dilakukan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham ketiga emiten tersebut.


"Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal," tulis manajemen BEI, dikutip dari laman resminya.

"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham MCAS tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini," tulisnya.

Mengutip data pasar, saham MCAS bergerak naik 16,89% ke harga Rp346 per saham pada sejam awal perdagangan hari ini. Di sisi lain, saham MCAS naik 120,38% selama satu bulan. Sementara dalam year to date naik 39,83%.

Dengan pengumuman ini, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Sama halnya dengan MCAS, BEI juga memberi perhatian khusus bagi saham FUTR karena adanya volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar.

Selama satu jam pertama perdagangan hari ini, saham perusahaan energi terbarukan FUTR ini naik 5,14% di level Rp368. Adapun saham IATA terpantau naik 65,77% dalam periode bulanan, dan telah turun 43,82% selama year to date (YTD).


(fsd/fsd)
Saksikan video di bawah ini:

Video: ETF Emas Resmi Diluncurkan, Wamenkeu Titip Tiga Pesan