Penjualan Naik, Rugi SIPD Malah Bengkak 240,67%, Ini Penyebabnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten produsen olahan ayam, PT Sreeya Sewu Indonesia Tbk (SIPD) kembali mengemas rugi bersih di semester I-2026. Meski membukukan penjualan bersih mencapai Rp2,78 triliun meningkat 10,76% dari tahun lalu Rp2,51 triliun, SIPD masih tertekan oleh sejumlah biaya beban.
Beban pokok penjualan menjadi pemberat laju kinerja, di mana terdapat kenaikan dari semula Rp2,28 triliun pada periode tahun sebelumnya menjadi Rp2,57 triliun di semester I 2026. Hal itu turut membuat laba bruto SIPD turun 9,62% dari Rp232,13 miliar menjadi Rp209,79 miliar.Â
Ditambah terdapat kenaikan dari beban penjualan serta beban umum dan administrasi yang relatif tidak berubah, membuat SIPD membukukan rugi sebelum pajak kian membengkak. Dari semula mencetak rugi Rp21,47 miliar, menjadi Rp59,68 miliar.
Alhasil, rugi periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp55,12 miliar, makin anjlok 240,67% dari sebelumnya Rp16,18 miliar. Hal itu juga terlihat dalam laporan cashflow SIPD.
Di mana pembayaran kas kepada pemasok membengkak menjadi Rp2,84 triliun dibanding tahun lalu sebesar Rp2,37 triliun. Jumlah di semester I 2026, bahkan melampaui raihan penerimaan kas dari pelanggan yang tercatat sebesar Rp2,83 triliun, kendati terdapat peningkatan dari periode sebelumnya.
Ditambah sejumlah biaya lain, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi membengkak dari hanya Rp4 ,85 miliar menjadi Rp208,45 miliar. Di saat yang sama, SIPD juga menekan investasi dari perolehan aset tetap menjadi Rp23,03 mili ar dari sebelumnya mencapai Rp93,59 miliar. Meski begitu, karena tak ada penerimaan dari penjualan investasi jangka pendek seperti periode lalu, kas bersih dari aktivitas investasi tercatat defisit Rp17,61 miliar.
(ayh/ayh) [Gambas:Video CNBC]