Purbaya Tegaskan Kemenkeu Ambil Alih Seluruh Saham BUMN di Whoosh

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Rabu, 05/08/2026 16:51 WIB
Foto: (Dok. Biro KLI Kemenkeu)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan utang PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan sepenuhnya diambil alih oleh pemerintah.

Dengan ketetapan ini, maka Kementerian Keuangan akan mengambil alih saham konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) di KCIC. Adapun, konsorsium ini terdiri dari PTPN III, PT KAI dan WIKA (Persero). Namun, Purbaya menegaskan konsorsium tidak akan dibubarkan dan investor China tetap akan menjadi pemegang saham.


"Enggak (dibubarkan), konsorsiumnya ada yang dikasihkan saham punya dia ke saya," kata Purbaya.

Ketika dialihkan ke Kementerian Keuangan, semua KCIC akan dikelola oleh Special Mission Vehicle (SMV). Namun, Purbaya tidak mengatakan apa SMV yang akan mengelola saham KCIC tersebut.

"Dialihkan ke Kemenkeu, semuanya dikelola oleh saya, KCIC itu. Tapi nanti akan kita pakai salah satu tangan Special Mission Vehicle (SMV) fiskal kita untuk mengelola itu. Kita kan punya banyak juga, ada SMI, ada yang lain-lain. Jadi enggak langsung jadi tanggung jawab APBN," ucap Purbaya.

Purbaya pun menegaskan pemegang saham KCIC tidak berubah, yakni sekitar 60% saham dimiliki konsorsium Indonesia dan 40% dimiliki konsorsium China.

"60% ke kita, sekitar 40%. Ada yang lain, masih ada China di situ kan. Sekarang kita tanya ke China juga. Sepertinya mereka masih mau melanjutkan proyek ini," ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Purbaya juga menegaskan bahwa restrukturisasi utang KCIC ini ditargetkan akan kelar pada September 2026.


(haa/haa)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ekonomi RI H1-2026 Tumbuh 5,45%, Termasuk Tertinggi di ASEAN