Pasar Saham Syariah Tertekan, Reksadana dan Sukuk Naik

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Selasa, 04/08/2026 19:15 WIB
Foto: Ilustrasi berdoa dengan latar belakang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sepanjang tahun ini masih mencatatkan penurunan. Pelemahan tersebut seiring dengan pergerakan harga saham di pasar modal.

"Kinerja Indeks Saham Syariah Indonesia secara year to date masih mencatatkan pelemahan sejalan dengan IHSG," kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Hernawan Bekti Sasongko dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (4/8/2026).

Namun, Hernawan mengungkapkan, asset under management reksadana syariah meningkat 11,71% sepanjang tahun 2026 dan sukuk korporasi tumbuh 7,86% hingga saat ini.


Selain itu, per Juni 2026, pembiayaan perbankan syariah tumbuh 11,09% secara tahunan, begitu juga dengan piutang pembiayaan syariah yang tumbuh 9,14%. Namun, dan kontribusi asuransi syariah terkontraksi.

Ia melanjutkan, dalam rangka pengembangan keuangan syariah, OJK telah melakukan beberapa inisiatif, yaitu menyelenggarakan kuliah umum pasar modal syariah di Universitas Darussalam Gontor sebagai bagian dari sosialisasi dan edukasi pasar modal terpadu 2026 di Provinsi Jawa Timur.

Selanjutnya, Sharia Financial Fair di Kota Banjarmasin pada tanggal 4 sampai 5 Juli 2026 untuk mendorong perluasan akses pembukaan rekening dan penggunaan produk dan atau layanan jasa keuangan syariah kepada berbagai lapisan masyarakat serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan atau layanan jasa keuangan syariah.

Kemudian, pertemuan pertama Kelompok Kerja Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah tahun 2026 pada 20 Juli 2026 untuk memperoleh masukan terkait implementasi program literasi dan inklusi keuangan syariah tahun 2026 dan usulan pengembangannya ke depan.

Terakhir, Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO) tahun 2026 sebagai bagian dari program Gencarkan, di mana pendaftaran peserta telah dibuka sejak 1 Juli 2026 dan akan berlangsung sampai dengan 14 Agustus 2026 secara daring melalui laman resmi ISFO.

Dalam rangka mendorong pengembangan ekonomi daerah, Ia menambahkan, OJK terus memperkuat implementasi program pengembangan ekonomi daerah sebagai upaya membangun ekosistem pembiayaan yang terintegrasi bagi keunggulan daerah melalui sinergi dengan pemerintah dan mitra strategis di daerah.


(ayh/ayh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bedah Peluang Cuan Reksadana Pasar Uang Hadapi Gejolak Global