Asing Net Buy Rp 9,17 Triliun di Sesi 1, Apa Penyebabnya?

mkh, CNBC Indonesia
Rabu, 29/07/2026 13:20 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing membukukan aksi beli bersih (net foreign buy) jumbo pada perdagangan sesi I, Rabu (29/7/2026), di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih ditutup melemah.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan nilai beli sebesar Rp11,36 triliun dan nilai jual Rp2,20 triliun, sehingga menghasilkan net foreign buy Rp9,17 triliun.

Di pasar reguler, saham yang paling banyak dikoleksi investor asing adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai beli bersih Rp52,05 miliar, disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp30,43 miliar dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp23,27 miliar.


Sementara itu, aksi jual bersih terbesar terjadi pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp38,83 miliar, diikuti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp31,24 miliar dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp30,56 miliar.

Besarnya nilai beli bersih asing tersebut diduga turut dipengaruhi oleh transaksi jumbo saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) senilai sekitar Rp9,32 triliun  melalui pasar negosiasi. Transaksi tersebut dilakukan pada harga Rp1.550 per saham, sama dengan harga mandatory tender offer (MTO) MAPI.

Sebelumnya, MAPI mengungkapkan pembayaran MTO dijadwalkan berlangsung pada 29 Juli 2026. MTO tersebut dilakukan oleh Samudra Investment Pte. Ltd. dan Ocean Continuum Pte. Ltd., dua kendaraan investasi yang dikendalikan Pacific Universal Investments (PUI) bersama dana kelolaan CVC Capital Partners, dengan harga penawaran Rp1.550 per saham.

Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi mengenai pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi negosiasi tersebut. Oleh karena itu, belum dapat dipastikan apakah penyelesaian MTO MAPI menjadi kontributor utama terhadap net foreign buy Rp9,17 triliun, meski kesamaan harga transaksi dan tanggal pembayaran MTO mengindikasikan adanya keterkaitan.

Di sisi lain, IHSG mengakhiri sesi I di level 6.093,59, turun 37 poin atau 0,60%, dengan nilai transaksi mencapai Rp16,84 triliun.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: BCA Catat Laba 29,5 Triliun Rupiah di Semester 1 2026