Harga Minyak Ambles 4%, Pasar Hitung Ulang Risiko Hormuz
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Senin (27/7/2026) setelah ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mereda pada akhir pekan.
Merujuk data Refinitiv hingga pukul 10.40 WIB, harga minyak Brent berada di US$92,65 per barel, turun 4,27% dibandingkan penutupan Jumat (24/7/2026) di US$96,78 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di US$85,18 per barel, melemah 4,62% dari posisi sebelumnya US$89,31 per barel.
Pelemahan ini memangkas sebagian reli tajam yang telah berlangsung selama tiga pekan terakhir. Sebelumnya, Brent sempat menembus US$100 per barel akibat konflik di Timur Tengah yang menghambat pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dan meluas ke Laut Merah.
Tekanan harga muncul setelah pemerintah AS memutuskan menghentikan sementara serangan terhadap Iran guna memberi ruang bagi jalur diplomasi. Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz mengatakan Presiden Donald Trump memilih menunda operasi militer untuk membuka peluang penyelesaian konflik secara politik.
Prospek diplomasi membuat pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang selama beberapa pekan terakhir terakumulasi pada harga minyak. Pelaku pasar kini berharap terdapat kejelasan mengenai pengaturan keamanan pelayaran di Selat Hormuz, termasuk kemungkinan kembali pada kerangka nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang pernah dibahas sebelumnya.
Meski demikian, aktivitas pelayaran belum kembali normal. Data Kpler memperlihatkan kurang dari 10 kapal pengangkut komoditas melintasi Selat Hormuz setiap hari selama akhir pekan. Arus kapal melalui Selat Bab el-Mandeb pun ikut melambat setelah kelompok Houthi menyerang fasilitas minyak Arab Saudi di pesisir Laut Merah.
Kondisi tersebut membuat pemulihan distribusi minyak diperkirakan berlangsung bertahap. Banyak perusahaan pelayaran masih memilih menunggu kepastian keamanan sebelum kembali mengirim kapal kosong ke kawasan Teluk.
CNBC Indonesia
(emb/emb) Add
source on Google