Breaking News! IHSG Dibuka Turun 1%

mkh, CNBC Indonesia
Jumat, 24/07/2026 09:01 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat (24/7/2026) di zona merah seiring meningkatnya kehati-hatian investor menghadapi kombinasi sentimen global, mulai dari lonjakan harga minyak dunia hingga kebijakan tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 6.266,98 dan terus bergerak melemah. Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, IHSG berada di 6.235,81, turun 79,50 poin atau 1,26%.

Sebanyak 115 saham menguat, 312 saham melemah, dan 538 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp678,8 miliar dengan volume perdagangan 1,288 miliar saham dalam 107,5 ribu kali transaksi.


IHSG diperkirakan bergerak volatil pada perdagangan terakhir pekan ini di tengah kombinasi sentimen global dan domestik. Dari eksternal, pasar mencermati kebijakan terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang resmi memberlakukan tarif impor 10%-12,5% terhadap 60 mitra dagang, termasuk Indonesia. 

Pada saat yang sama, harga minyak Brent kembali menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya dalam dua bulan terakhir akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, memicu kekhawatiran inflasi global kembali meningkat dan mendorong bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Dari dalam negeri, sentimen positif datang dari likuiditas perekonomian yang masih terjaga. Bank Indonesia mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 8,7% secara tahunan pada Juni 2026, sementara pertumbuhan kredit meningkat menjadi 12,1%.

Selain itu, PT Danantara Asset Management resmi mengakuisisi empat perusahaan manajer investasi BUMN dengan total dana kelolaan lebih dari Rp170 triliun sebagai bagian dari pembentukan perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia.

Pelaku pasar juga akan mencermati kinerja emiten, terutama sektor perbankan. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan laba bersih Rp30,4 triliun pada semester I-2026 atau tumbuh 24,4% secara tahunan, ditopang pertumbuhan kredit hampir 20% dan kualitas aset yang tetap terjaga. Kinerja tersebut diharapkan menjadi penopang sentimen sektor keuangan di tengah ketidakpastian global.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jurus MI Keruk Cuan Investasi di Era Perang - Gejolak Rupiah