Harga Minyak Tembus US$100 Lagi, Bursa Asia Kompak Melemah
Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Asia dibuka melemah pada perdagangan pagi ini akibat dari kenaikan harga minyak dan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang membuat investor cemas.
Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,2%, sementara indeks Topix melemah 1%.
Indeks Kospi turun 1,8% pada pembukaan, sedangkan indeks Kosdaq yang mencakup saham-saham berkapitalisasi kecil turun 2,17%.
Indeks acuan S&P/ASX 200 Australia turun 0,47%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong terakhir berada di 24.885, lebih rendah dari penutupan terakhir indeks tersebut di 25.210,81.
Di Australia, kontrak berjangka S&P/ASX 200 terakhir diperdagangkan di 8.750, sementara indeks tersebut ditutup di 8.839.
Harga kontrak berjangka minyak mentah Brent menembus angka US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak akhir Mei 2026. Harga tersebut melonjak sekitar 7% dibandingkan kari kemarin.
Sementara harga kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 6% pada hari yang sama, setelah dua kapal tanker minyak Arab Saudi dilaporkan diserang di Laut Merah.
"Meskipun posisi pasar saat ini tidak menjamin bahwa harga minyak akan terus naik, hal ini berarti pasar memasuki eskalasi terbaru dalam kondisi yang kurang siap menghadapi kejutan kenaikan harga," kata Adam Turnquist, kepala strategi teknis di LPL Financial mengutip CNBC Internasional, Jumat (24/8/2026).
Menurutnya, ketika sentimen dan posisi pasar sangat bearish, bahkan penurunan ekspektasi pasokan yang moderat pun dapat memicu respons harga yang luar biasa.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]