Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 17,7% per Juni 2026

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Senin, 20/07/2026 14:25 WIB
Foto: Dok Bank Mega Syariah

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Mega Syariah mencatatkan pertumbuhan positif pada segmen pembiayaan konsumer hingga Juni 2026. Portofolio pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah mencapai Rp601 miliar, tumbuh lebih dari 17% dibandingkan Juni 2025 (year on year/yoy) Secara year to date/ytd, pembiayaan konsumer juga meningkat lebih dari 5,72% dibandingkan posisi akhir 2025.

Salah satu produk yang menunjukkan pertumbuhan signifikan adalah pembiayaan emas. Per Juni 2026, portofolio pembiayaan emas mencapai Rp42,6 miliar, meningkat hingga 1.715% dibandingkan posisi akhir 2025. Sepanjang periode Desember 2025 hingga Juni 2026, pembiayaan logam mulia melalui pembiayaan emas mencapai 22,3 kilogram.


Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, mengatakan pertumbuhan pembiayaan konsumer mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap solusi pembiayaan syariah yang mudah diakses, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan finansial nasabah.

"Segmen konsumer menjadi salah satu area yang terus kami perkuat. Pertumbuhan portofolio hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa produk pembiayaan Bank Mega Syariah semakin diterima masyarakat" ujar Benadicto.

Ia menambahkan, hingga akhir tahun Bank Mega Syariah akan terus mendorong pertumbuhan pembiayaan konsumer melalui optimalisasi produk unggulan, penguatan kanal digital, serta perluasan akuisisi nasabah berbasis komunitas dan ekosistem.

"Strategi kami hingga akhir tahun akan difokuskan pada penguatan produk dengan permintaan yang terus tumbuh, termasuk pembiayaan emas, pembiayaan tanpa agunan dan pembiayaan haji khusus. Kami juga akan memperkuat sinergi dengan jaringan cabang, meningkatkan kualitas proses akuisisi, serta mengoptimalkan kanal digital agar layanan pembiayaan semakin mudah, cepat, dan sesuai kebutuhan nasabah," jelas Benadicto.

Di sisi lain, Bank Mega Syariah tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan. Perseroan terus memperkuat proses pemantauan portofolio, pengelolaan kualitas pembiayaan, serta strategi collection agar pertumbuhan bisnis konsumer dapat berjalan sehat dan berkelanjutan.

"Pertumbuhan pembiayaan harus tetap diimbangi dengan pengelolaan risiko yang baik. Karena itu, kami akan terus menjaga kualitas portofolio melalui pemantauan yang lebih disiplin, perbaikan proses, dan peningkatan kualitas layanan kepada nasabah," tutup Benadicto.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: AS Vs Iran Memanas, Harga Minyak & Batu Bara Ikut 'Mendidih'