FOTO

DPR, BI & OJK Kumpul Sama Investor di BEI, Saham Hijau Sepanjang Hari!

Faisal Rahman, CNBC Indonesia
Jumat, 17/07/2026 18:45 WIB

Investment Forum 2026 menghadirkan pelaku industri hingga pemangku kepentingan untuk membahas peluang serta tantangan implementasi P2SK.

1/6 Suasana acara Invesment Forum 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (15/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Suasana acara Invesment Forum 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (15/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

2/6 Suasana acara Invesment Forum 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (15/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan pasar modal Tanah Air saat ini memiliki modal kuat, yakni porsi investor domestik yang semakin membesar. Friderica melanjutkan bahwa saat ini jumlah investor domestik telah mencapai 30 juta, sehingga tidak lagi terlalu bergantung kepada investor asing. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

3/6 Suasana acara Invesment Forum 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (15/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati mengungkapkan, Undang-undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau UU P2SK merupakan instrumen yang dilahirkan lembaga eksekutif maupun legislatif untuk hilirisasi sektor keuangan Indonesia. "P2SK membuka jalan mengintegrasikan kekuatan SDA kita dengan kecanggihan sektor keuangan ini yang saya sebut sebagai hilirisasi sektor keuangan," ucap Sari dalam acara Investment Forum CNBC Indonesia 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

4/6 Suasana acara Invesment Forum 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (15/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pelemahan pasar saham Indonesia lebih dipengaruhi oleh sentimen dan persepsi investor ketimbang memburuknya fundamental emiten maupun kondisi ekonomi domestik. "Walaupun saham mereka turun karena persepsi. Masalahnya adalah Amerika dan suku bunganya dalam dolar, kemudian kita persepsi macam-macam," ujar Misbakhun. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

5/6 Suasana acara Invesment Forum 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (15/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Bank Indonesia (BI) mendukung hadirnya Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) sebagai platform yang bisa menarik arus dana investasi masuk ke Indonesia. Hal tersebut dikatakan Deputi Senior Bank Indonesia Destry Damayanti di acara CNBC Investor Forum 2026, Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Rabu (15/7) lalu, Destry menilai keberadaan PFII dapat memperkuat ketahanan eksternal Indonesia, terutama melalui penguatan neraca pembayaran (balance of payments). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

6/6 Suasana acara Invesment Forum 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (15/7/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik merespons terkait potensi pengurangan jumlah saham RI dalam konstituen indeks MSCI. Dirinya menilai hal tersebut merupakan konsekuensi rasional dalam jangka pendek, namun optimistis dalam jangka panjang akan jauh lebih baik.

Saat acara berlangsung hingga hari ini bursa saham terus bergerak di zona hijau ditopang oleh saham perbankan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Add as a preferred
source on Google