MARKET DATA

IHSG Nyaris Kalah Sama Antrean 1-2 Lot DCII

mkh,  CNBC Indonesia
16 July 2026 12:20
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII) menjadi pemberat laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (16/6/2026). Menariknya, tekanan terhadap indeks terjadi saat transaksi saham tersebut sangat minim, bahkan antrean jual di pasar hanya berkisar 1-2 lot pada beberapa level harga.

Berdasarkan data perdagangan hingga sekitar pukul 11.30 WIB, saham DCII turun ke level 183.900 atau melemah sekitar 7,4% dari penutupan sebelumnya. Padahal, antrean penawaran (offer) hanya terlihat sebanyak 1-2 lot di sejumlah level harga, sementara antrean beli juga relatif tipis.

Meski transaksi sangat kecil, penurunan harga DCII memangkas sekitar 15 poin IHSG, menjadikannya kontributor negatif terbesar terhadap pergerakan indeks hari ini. Bahkan DCII sempat membuat IHSG menyentuh zona merah pada 30 menit awal perdagangan. 

Sebagai informasi, DCII saat ini merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar ke-3 dengan nilai Rp 438,3 triliun. 

Emiten milik Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafia tersebut saat ini berada di dalam daftar high concentration list (HSC) atau kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per tanggal 30 Juni 2026.

Saham DCII dimiliki oleh sejumlah tertentu pemegang saham yang secara agregat menguasai 99,96% dari total saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat.

Kondisi ini menunjukkan kepemilikan saham DCII sangat terkonsentrasi. Dengan 99,96% saham dikuasai oleh sejumlah kecil pemegang saham, porsi saham yang tersedia di pasar menjadi sangat terbatas. Akibatnya, transaksi dalam jumlah relatif kecil pun berpotensi menggerakkan harga saham secara signifikan dibandingkan dengan saham yang kepemilikannya lebih tersebar.

Sepanjang tahun berjalan, DCII turun 16,41%. Akan tetapi saham ini sempat naik 665,74% ke level tertinggi Rp359.900 dalam kurun waktu sekitar enam bulan. 

Adapun DCII pertama kali melantai di Bursa Efek Indonesia pada Januari 2021 dengan harga penawaran Rp 420. Artinya bila dibandingkan harga penawaran tersebut dengan harga tertinggi, saham DCII sempat naik puluhan ribu persen. 

Sementara itu, kenaikan signifikan harga saham DCII telah membuat Toto Sugiri dan Marina Budiman masuk dalam 10 besar orang terkaya di Indonesia berdasarkan data Forbes. 

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Pangkas Koreksi, Ditutup Turun 0,55%


Most Popular
Features