IHSG Happy Weekend, Ditutup Menguat 0,20% ke Level 5.924

Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 10/07/2026 16:29 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Jumat (10/7/2026), di tengah dominasi sentimen global yang masih dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Merujuk data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada akhir perdagangan sesi kedua IHSG naik 11,92 poin atau 0,20% ke level 5.924,36. Sebanyak 364 saham menguat, 241 saham melemah, dan 185 saham bergerak stagnan, dengan nilai transaksi yang relatif sepi atau hanya mencapai Rp 8,86 triliun dan melibatkan 18,51 miliar saham dalam 1,91 juta kali transaksi.


Mengutip data Refinitiv, sektor barang baku, properti, energi dan finansial menguat sedangkan sektor infrastruktur dan teknologi tertekan paling dalam.

Emiten yang menjadi penggerak utama kinerja IHSG hari ini adalah CASA, BMRI, AMMN, BRMS dan ADRO.

IHSG masih bergerak volatil pada perdagangan hari ini di tengah dominasi sentimen global. Memanasnya kembali konflik di Timur Tengah, peringatan Dana Moneter Internasional (IMF) terkait meningkatnya risiko ekonomi global, hingga prospek suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama masih menjadi perhatian pelaku pasar.

Di sisi lain, pelemahan indeks dolar Amerika Serikat (AS) ikut menjadi sentimen positif bagi nilai tukar rupiah. Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada peluncuran mandatori biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo Subianto, sementara Bank Indonesia (BI) melaporkan penjualan ritel masih mengalami kontraksi secara bulanan meski menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Pelaku pasar juga mencermati data ekonomi AS yang menunjukkan klaim pengangguran tetap rendah, serta langkah Federal Reserve membentuk sejumlah gugus tugas untuk mengevaluasi arah kebijakan moneter ke depan.

Adapun bursa Asia yang mayoritas menguat pada perdagangan pagi ini. Indeks Kospi Korea Selatan memimpin penguatan dengan kenaikan 4,58%, disusul Nikkei Jepang yang naik 2,11%, NZX 50 Selandia Baru menguat 0,88%, Shenzhen Composite bertambah 0,71%, FTSE Bursa Malaysia naik 0,69%, Hang Seng Hong Kong menguat 0,50%, SGX CNBC China Growth naik 0,49%, ASX 200 Australia menguat 0,32%, dan Shanghai Composite naik 0,25%.

Sebaliknya, Straits Times Singapura turun 0,20% dan Taiex Taiwan melemah 0,83%. Penguatan mayoritas bursa Asia terjadi di tengah meredanya kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga minyak, meski investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rupiah Melemah & IHSG Anjlok Lebih 2%, Sentimen Ini Jadi Sebab!