CNBC Insight

Gegara Rumahnya Mati Listrik, Pria Asal Jakarta Punya Harta Rp23,55 T

MFakhriansyah, CNBC Indonesia
Jumat, 10/07/2026 16:05 WIB
Foto: CEO of Marvell Technology Group Sehat Sutardja. (AP/Dita Alangkara/File Foto)
Naskah ini merupakan bagian dari CNBC Insight, rubrik yang menyajikan ulasan sejarah untuk menjelaskan kondisi masa kini lewat relevansinya di masa lalu.

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang pria asal Jakarta bernama Sehat Sutardja menemukan jalan menuju kesuksesan dari rumahnya yang kerap mati listrik. Pengalaman itu memicu rasa penasarannya terhadap dunia elektronik hingga membuatnya mendirikan perusahaan semikonduktor Marvell Technology dan mengumpulkan kekayaan sekitar US$1,3 miliar atau setara Rp23,55 triliun.

Cerita bermula pada 1970-an saat Jakarta masih sering mengalami pemadaman listrik. Di tengah kondisi tersebut, Sehat yang saat itu baru berusia 13 tahun justru menemukan hobinya.


Alih-alih mengeluh atau bermain bersama teman-teman seusianya sambil menunggu listrik kembali menyala, Sehat memilih membungkuk di depan papan sirkuit elektronik. Di toko suku cadang mobil milik orang tuanya, ia membongkar radio-radio rusak dan mempelajari setiap komponen di dalamnya.

Dari sana, rasa penasarannya terhadap dunia elektronik semakin besar. Bersama kakaknya, Pantas Sutardja, dia bereksperimen membuat berbagai perangkat elektronik sederhana dengan berbekal majalah sains dan buku pelajaran.

"Dia merasakan kebahagiaan membuat sesuatu berfungsi dengan tangannya sendiri. Melihat sebuah alat buatan sendiri mulai berfungsi adalah perasaan yang tetap melekat dalam dirinya seumur hidup," ungkap situs Backscoop

Dari kemampuan ini, pada usia 13 tahun, Sehat telah mengantongi sertifikat teknisi perbaikan radio dan mulai menerima pekerjaan memperbaiki radio pada waktu luangnya.

Mengutip situs Universitas Berkeley, ketertarikan itu kemudian membawanya melanjutkan pendidikan teknik elektro di Iowa State University, Amerika Serikat pada 1980-an. Setelah meraih gelar sarjana, dia meneruskan studi magister dan doktor di University of California, Berkeley. Sejak menetap di AS, Sehat kemudian menjadi warga negara AS dan membangun kariernya di industri semikonduktor di negara tersebut.

Bekal ilmu dan pengalaman yang diperolehnya selama bertahun-tahun akhirnya diwujudkan dengan mendirikan perusahaan sendiri. Mengutip situs resmi perusahaan, Sehat bersama sang istri, Weili Dai, dan kakaknya, Pantas Sutardja, mendirikan Marvell Technology pada 1995.

Bermodal sekitar US$350.000 yang dihimpun dari keluarga, mereka mengembangkan chip semikonduktor dengan pendekatan yang saat itu justru diragukan banyak pelaku industri. Produk pertamanya adalah chip untuk membaca hard drives. 

Awalnya, chip buatan Sehat kerap ditolak calon pelanggan. Namun, Sehat tetap yakin desain chip buatannya mampu menghasilkan kinerja lebih tinggi dengan konsumsi daya lebih rendah. Keyakinan itu akhirnya terbukti.

Waktu membuktikan, Marvell berkembang menjadi salah satu perusahaan semikonduktor terkemuka di dunia dan menjadi mitra berbagai perusahaan teknologi global. Kesuksesan tersebut mengantarkan Sehat menjadi salah satu pengusaha teknologi paling sukses.

Menurut Forbes (2024), saat wafat pada 2024, kekayaannya mencapai sekitar US$1,3 miliar atau setara Rp23,55 triliun. Dia sempat menjadi orang terkaya dunia urutan ke-2.287.  Dari sini, Sehat memberi pelajaran jika seringnya pemadaman listrik di Jakarta bisa memunculkan rasa penasaran seorang anak hingga menjadi miliarder dunia. 


(mfa/mfa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Jurus Investor Amankan Likuiditas Saat Diadang Isu Perang -MSCI