IHSG Hijau Lagi, Saham Bank & Komoditas Diserbu Asing

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Jumat, 10/07/2026 07:50 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing memborong sejumlah saham berkapitalisasi besar dan sektor komoditas pada perdagangan Kamis (9/7/2026). PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) menjadi saham dengan pembelian bersih (net buy) terbesar di pasar reguler.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan net buy Rp257,3 miliar pada saham MBMA. Nilai pembelian asing mencapai Rp316,1 miliar, sementara nilai jual sebesar Rp58,8 miliar.

Sebagai catatan aksi beli asing di MBMA dilakukan di pasar negosiasi. Sebanyak 5,47 juta lot berpindah tangan dengan rata-rata harga Rp 478, sehingga totalnya mencapai Rp 261,5 miliar. 


Posisi berikutnya ditempati PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dengan net buy Rp87,5 miliar, disusul PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar Rp47,1 miliar.

Investor asing juga aktif mengoleksi PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RAJA) dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA), yang masing-masing mencatatkan net buy sebesar Rp40,5 miliar.

Masuknya dana asing ke saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BMRI dan BBCA menunjukkan adanya minat kembali terhadap sektor keuangan. Sementara itu, dominasi MBMA, ANTM, dan AMMN dalam daftar net buy mengindikasikan investor asing juga masih melirik prospek sektor pertambangan dan mineral di tengah penguatan IHSG.

Meski demikian, secara keseluruhan investor asing masih membukukan jual bersih (net sell) Rp259,4 miliar di seluruh pasar reguler pada perdagangan kemarin. Hal tersebut menunjukkan aksi beli masih bersifat selektif dan terfokus pada saham-saham tertentu.

Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin: 

  1. PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) - Rp257,3 miliar
  2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) - Rp87,5 miliar
  3. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp47,1 miliar
  4. PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RAJA) - Rp40,5 miliar
  5. PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp40,5 miliar
  6. PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) - Rp36,3 miliar
  7. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) - Rp27,7 miliar
  8. PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp19,3 miliar
  9. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp13,5 miliar
  10. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) - Rp13,1 miliar

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: AS Kembali Serang Iran, Harga Emas & Batu Bara Kembali Naik