MARKET DATA

Breaking News! Dolas AS Kembali Tembus Rp18.000/US$

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
08 July 2026 10:27
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan terhadap rupiah kembali terjadi pada perdagangan Rabu pagi (8/7/2026). Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menembus level psikologis Rp18.000/US$.

Merujuk data Refinitiv, pada pukul 10.11 WIB, rupiah melemah 0,17% ke level Rp18.000/US$. Posisi ini membuat rupiah berbalik tertekan setelah pada pembukaan perdagangan pagi tadi bergerak stagnan di level Rp17.970/US$.

Dengan pelemahan tersebut, rupiah kembali menyentuh level psikologis Rp18.000/US$. Level ini menjadi perhatian pasar karena mencerminkan tekanan yang masih cukup kuat terhadap mata uang Garuda.

Terakhir kali rupiah sempat menembus level psikologis tersebut terjadi pada perdagangan intraday Senin (6/7/2026). Saat itu, rupiah juga sempat berada di level Rp18.000/US$ sebelum akhirnya ditutup sedikit lebih kuat di posisi Rp17.995/US$.

Tekanan rupiah terjadi seiring penguatan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 09.00 WIB terpantau menguat 0,10% ke level 101,126.

Sentimen eksternal juga datang dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Eskalasi kembali terjadi setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan balasan ke Iran, menyusul laporan serangan terhadap sejumlah tanker yang melintasi Selat Hormuz.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global. Harga minyak mentah pun bergerak naik, sehingga kembali memunculkan kekhawatiran inflasi dan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed).

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) sebelumnya melaporkan cadangan devisa Indonesia yang meningkat pada Juni 2026. BI mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 sebesar US$145,6 miliar, naik tipis dibandingkan akhir Mei 2026 yang sebesar US$144,9 miliar.

Meski meningkat, pasar masih mencermati tekanan nilai tukar di tengah ketidakpastian global yang tinggi dan kebutuhan stabilisasi rupiah.

(evw/evw) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rupiah Balik Melemah, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp16.825


Most Popular
Features