Saham Emiten JEC Eye Center (JECX) Ngegas ARA di Hari Pertama Melantai

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Selasa, 07/07/2026 09:40 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-3 tahun ini. Dalam penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) ini, JECX menawarkan sebanyak 487.983.500 saham biasa atau sebesar 15% dari modal ditempatkan dan disetor dengan harga penawaran sebesar Rp1.250 per saham.

Jumlah saham yang ditawarkan tersebut terdiri dari 325.322.300 saham baru atau sebesar 10% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, serta 162.661.200 saham divestasi milik Waldensius Girsang, atau sebesar 5% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Melalui IPO ini, Perseroan menghimpun dana sebesar Rp609.9 miliar, yang terdiri dari Rp406.6 miliar dari penerbitan saham baru Perseroan dan Rp203.32 miliar dari penjualan saham divestasi. Dengan harga penawaran tersebut, kapitalisasi pasar pada saat pencatatan saham perdana mencapai sekitar Rp4,07 triliun.


Saat pembukaan perdagangan perdananya hari ini, Selasa, (7/7/2026), perusahaan klinik mata ini mencatatkan harga Rp1.560 per lembar saham. JECX naik sebanyak 24,5% mencapai Auto Reject Atas (ARA).

Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk Johan A. M. M. Hutauruk menyampaikan, berdasarkan tingkat permintaan atau oversubscribed sebesar 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat, dengan jumlah pemesan mencapai 555.699 investor.

"Kami bersyukur proses IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk dapat berjalan lancar hingga Perseroan resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia," ujar Johan di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Nantinya, hasil dana IPO tersebut akan digunakan untuk pelunasan sebagian pokok pinjaman di PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank HSBC Indonesia, yakni sekitar Rp275 miliar. Dana yang tersisa akan digunakan untuk setoran modal PT Nitra Sanata Bali dan tambahan modal kerja operasional rutin.

Adapun, lokasi operasional utama JEC terdiri dari 5 rumah sakti spesialis mata dan 11 klinik yang tersebar di wilayah Jawa, Bali, dan Sulawesi.

Pada aspek kinerja laba rugi, JEC membukukan peningkatan pendapatan secara bertahap. Laba tahun berjalan pada 2025 tercatat sebesar Rp72,49 miliar. Beban operasional dan beban keuangan yang tinggi memberikan tekanan pada laba bersih dibandingkan pencapaian pada 2023.


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bedah Strategi Emiten Alat Kesehatan IPO di Tengah Volatilitas