MARKET DATA

OJK Hunting Calon Emiten IPO, Begini Jurusnya

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
05 June 2026 18:15
OJK dan obligasi daerah
Foto: ist

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memburu perusahaan potensial untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui initial public offering (IPO).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan OJK secara aktif menjalankan berbagai upaya untuk mendorong minat perusahaan melakukan IPO. Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kepada calon emiten di berbagai daerah, sektor, dan skala usaha, termasuk perusahaan menengah yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

"Berbagi upaya di OJK dan BEI ini diharap bisa perkuat fundamental. Kita hara bisa kembali himpun minat perusahaan untuk IPO," ungkap Hasan dalam konferensi pers RDK OJK, di Jakarta, Jumat, (5/6/2026).

Menurut Hasan, OJK secara rutin menggelar program sosialisasi dan coaching clinic bagi perusahaan yang berminat menjadi emiten. Dalam kegiatan tersebut, perusahaan diberikan pemahaman mengenai proses IPO, teknis pencatatan saham, serta berbagai persiapan yang harus dilakukan untuk menjadi perusahaan terbuka.

Ia menjelaskan OJK bersama BEI juga menjalankan program pengembangan perusahaan daerah menuju IPO. Program coaching clinic tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapan perusahaan, terutama dari sisi tata kelola dan pemenuhan berbagai persyaratan sebelum memperoleh izin mencatatkan saham di bursa.

Selain itu, OJK juga tengah mengkaji sejumlah kebijakan terkait penawaran umum guna menyederhanakan proses IPO. Namun, penyederhanaan tersebut dipastikan tidak akan mengurangi kualitas perusahaan tercatat maupun perlindungan bagi investor.

Hasan menegaskan animo perusahaan untuk melaksanakan IPO masih tetap terjaga hingga saat ini. Hal itu tercermin dari masih adanya 14 perusahaan yang berada dalam pipeline dan telah mengajukan permohonan pendaftaran untuk melaksanakan IPO pada tahun ini.

(ayh/ayh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article OJK Ungkap Ada 52 Penawaran Umum Ngantri Masuk Pasar Modal RI


Most Popular
Features