Rupiah Tertekan, Dolar Singapura Dekati Level Rp14.000

Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
Senin, 06/07/2026 14:20 WIB
Foto: Petugas menjunjukkan mata uang Dolar Singapura dan Rupiah di VIP Money Changer, Jakarta, Kamis (25/9/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tekanan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga merembet ke mata uang negara tetangga, yakni dolar Singapura.

Merujuk data Refinitiv, pada perdagangan Senin (6/7/2026) per pukul 14.00 WIB, rupiah terpantau mengalami pelemahan sebesar 0,17% ke level Rp13.911/SGD. 


Dengan posisi ini, rupiah kembali melemah mendekati level psikologis Rp14.000/SGD. Level ini menjadi perhatian pasar karena sebelumnya sempat ditembus pada awal Juni 2026.

Terakhir kali rupiah bergerak di atas Rp14.000/SGD terjadi pada 9 Juni 2026, ketika mata uang Garuda ditutup di level Rp14.020/SGD. Sebelumnya, rupiah juga sempat menembus level psikologis tersebut secara intraday untuk pertama kalinya pada 29 Mei 2026.

Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring pelemahan mata uang Garuda terhadap dolar AS. Pada pukul 13.44 WIB, rupiah melemah 0,31% ke level Rp18.000/US$, kembali menyentuh level psikologis yang terakhir ditempati pada 9 Juni 2026.

Selain faktor eksternal, tekanan terhadap rupiah juga datang dari dalam negeri setelah neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat defisit. Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026, sekaligus mengakhiri tren surplus selama 72 bulan beruntun.


(evw/evw) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Rupiah Melemah Parah, Begini Proyeksi Dolar AS Ke Depan