Dukung Sensus Ekonomi, OJK Dorong Pelaku Jasa Keuangan Jawab Jujur
Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS). Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi menyebutnya sebagai agenda penting bagi negara untuk memahami keadaan ekonomi secara granular.
Oleh karena itu, perempuan yang akrab disapa Kiki itu mendorong para pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) untuk bersedia untuk menerima kunjungan petugas sensus ekonomi serta menjawab pertanyaan dengan jujur.
"Bahkan OJK, kita mendukung pelaksanaan sensus ekonomi ini agar seluruh PUJK, ketika mereka ada BPS datang, mereka memberikan jawaban atas sensus yang diberikan dan memberikan jawaban yang sebenarnya," tutur Kiki selepas Seminar on Scams OJK dengan United Nations Office Drugs and Crime (UNODC) di DoubleTree Hilton, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).
Ia menyebut OJK juga berkepentingan untuk melihat data sensus ekonomi secara lebih granular, terutama di daerah-daerah.
Kiki melanjutkan, pihaknya mempercaya kredibilitas BPS. Dalam hal ini, ia meyakini para petugas lapangan dan seluruh tim BPS pastinya menjaga kerahasiaan data masyarakat.
Namun demikian, Kiki memungkiri adanya potensi oknum tak bertanggung jawab yang "mendompleng" momentum ini. Oleh karena itu, ia mengatakan masyarakat harus selalu waspada, memastikan identitas petugas sensus ekonomi yang datang.
"Jadi pastikan ID cardnya, mungkin cek dulu ke RT/RW karena biasanya mereka itu kalau datang itu nggak mungkin datang langsung ya. Mereka biasanya menghubungi RT/RW-nya dan sebagainya," ucap Kiki.
Adapun hingga kini, masih sering terdengar anggapan bahwa data yang dikumpulkan melalui Sensus Ekonomi digunakan untuk penarikan pajak. BPS telah menegaskan bahwa Sensus Ekonomi memiliki tujuan berbeda.
Dalam 10 tahun, banyak hal terjadi dalam perekonomian negara, dan data administrasi tidak cukup untuk memotret seluruh perubahan. Untuk itu, pemerintah mengadakan Sensus Ekonomi yang kemudian digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan dan kebijakan yang berdampak kepada masyarakat.
Sensus Ekonomi diadakan untuk menghasilkan statistik resmi yang menggambarkan kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh. Data yang dikumpulkan akan diolah menjadi statistik agregat yang memberikan informasi mengenai struktur usaha, kapasitas ekonomi rumah tangga, potensi ekonomi wilayah, serta berbagai perubahan yang terjadi dalam perekonomian Indonesia.
(fsd/fsd) Add
source on Google