Danantara Akan Merger 7 BUMN Logistik, Kenapa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah menggabungkan 7 BUMN sektor logistik. Penggabungan usaha (merger) tersebut ditandai dengan penandatanganan Shareholders Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan pada Selasa (30/6/2026).
Adapun 7 perusahaan yang bergabung dalam konsolidasi tersebut terdiri atas Pelindo Sinergi Lokaseva Multiterminal Indonesia, Pelindo Sinergi Lokaseva Prima Indonesia Logistik, Pos Logistics, Pelni Logistics, PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan Krakatau Integrated Logistics.
Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Asset Management (DAM) Aurelius Altius Rosimin mengatakan, langkah korporasi ini merupakan milestone penting dari implementasi Konsolidasi BUMN Logistik Nasional yang digagas oleh Danantara Asset Management (DAM).
Menurutnya, konsolidasi ini menjadi bagian dari strategi transformasi portofolio DAM guna mendukung Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan program Asta Cita Pemerintah.
"Penggabungan ini bertujuan untuk memangkas fragmentasi entitas, mengoptimalkan skala usaha, serta mengeliminasi tumpang tindih layanan yang selama ini mengganjal efisiensi logistik pelat merah," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (2/7).
Penggabungan 7 BUMN logistik ini bertujuan membangun ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Dengan menyatukan kekuatan antar-entitas, konsolidasi ini diharapkan mampu memperbesar skala bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus mengurangi duplikasi fungsi dan biaya.
Langkah ini ditargetkan dapat memperkuat daya saing layanan logistik nasional, sekaligus menekan biaya logistik Indonesia yang saat ini posisinya masih berada di atas rata-rata negara ASEAN.
(fsd/fsd) Add
source on Google