MARKET DATA

Menuju Merger BUMN Karya, PTPP Lakukan Sejumlah Persiapan

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
07 April 2026 15:43
PTPP
Foto: Direktur Utama PTPP (Persero), Novel Arsyad

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama PTPP (Persero), Novel Arsyad mengungkap bahwa pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan, terkait rencana merger BUMN Karya. Untuk usaha tersebut, ia mengaku bahwa PTPP telah melakukan komunikasi secara intens dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI).

"Sebelum melaksanakan integrasi BUMN Karya atau merger yang akan dilakukan oleh Danantara, tentunya apa yang diinginkan adalah bagaimana kita memastikan keterbukaan penuh, evaluasi yang lebih detail sebelum merger itu dilakukan," ungkap Novel dalamacara Earnings Call tahun buku 2025, Selasa (7/4/2026).

Novel merinci, langkah yang dilakukan ini merupakan mandat Danantara agar BUMN Karya kembali ke kor bisnis, yaitu bisnis konstruksi. Adapun bisnis-bisnis lainnya harus segera diselesaikan, baik perubahan investasi, ataupun langkah bisnis lainnya.

"Sehingga benar-benar murni kembali ke kor bisnis dengan organisasi yang cukup ramping. Kemudian, dengan adanya kita menuju ke arah tersebut, kita harus melakukan percepatan strategi kita dengan melakukan one-off adjustment di mana itu yang tercermin dalam laporan keuangan kita," jelas Novel.

Selain itu, PTPP juga melakukan impairment atau penurunan nilai aset secara signifikan pada laporan keuangan tahun buku 2025 sebagai bentuk keterbukaan kondisi fundamental.

Sementara itu, Direktur Keuangan PTPP, Agus Purbianto menambahkan penyesuaian nilai buku ini adalah fase kritis yang harus dilalui sebelum restrukturisasi dan konsolidasi dilakukan.

Dengan penyajian nilai aset yang wajar, diharapkan proses merger tidak meninggalkan beban tersembunyi bagi entitas baru nantinya.

"Setelah buku mencerminkan nilai wajarnya, tahap berikutnya adalah restrukturisasi. Tentunya setelah restrukturisasi selesai, kami akan dimerger. Ini adalah bagian dari tahapan awal," ucap Agus dalam kesempatan yang sama.

Langkah sinkronisasi tersebut juga dibarengi dengan strategi streamlining organisasi dan pelepasan aset non-inti atau asset recycling.

Untuk ketahui, selain penurunan nilai (impairment) atas asset tertentu pada entitas anak, PTPP juga melakukan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) atas piutang serta penyesuaian nilai persediaan, sebagai bagian dari penguatan kualitas aset dan penerapan manajemen risiko yang lebih prudent.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian, penguatan tata kelola perusahaan, serta penyesuaian terhadap dinamika industri. Hal ini tidak mencerminkan adanya permasalahan dalam pengelolaan operasional Perseroan.

Kebijakan tersebut memberikan tekanan terhadap kinerja keuangan konsolidasian Perseroan pada periode pelaporan tahun 2025. Namun demikian, manajemen menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk memperkuat fundamental keuangan Perseroan dalam jangka panjang.

Hal ini juga merupakan bagian dari proses penataan dan penguatan struktur keuangan Perseroan secara menyeluruh guna memastikan keberlanjutan usaha serta meningkatkan kualitas kinerja di masa mendatang.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Brantas Abipraya Kasih Bocoran Soal Rencana Merger BUMN Karya


Most Popular
Features