Ditinggal Mu'min Ali, Saham PANS Anjlok hingga ARB

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Selasa, 30/06/2026 18:20 WIB
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (30/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Saham PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) ambruk hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB), setelah perusahaan itu ditinggal oleh komisaris utamanya.

Berdasarkan data Stockbit, saham PANS anjlok 14,78% atau turun 275 poin ke harga 1.585 per saham pada perdagangan sesi II, Selasa (30/6/2026). Saham itu dibuka di harga 1.860 hari ini.

Koreksi dalam ini terjadi beriringan dengan pengumuman dari Mu'min Ali Gunawan yang menyatakan untuk mengundurkan diri sebagai Komisaris Utama PT Panin Sekuritas Tbk. Berdasarkan keterbukaan informasi, ia telah menyerahkan surat pengunduran diri dari jabatannya pada 26 Juni 2026 lalu.


"Bapak Mu'min Ali Gunawan menyampaikan surat pengunduran diri dari jabatan Presiden Komisaris Panin Sekuritas," kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan PANS, Prama Nugraha, dalam keterbukaan informasi yang dikutip Selasa (30/6/2026).

Namun, tak dijelaskan alasan bankir senior pemilik konglomerasi Panin Group itu hengkang dari PANS.

Pengunduran diri Mu'min dari jabatan Presiden Komisaris Panin Sekuritas akan berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Panin Sekuritas.

Setelah mendapatkan persetujuan dari OJK, Panin Sekuritas akan melaksanakan RUPS dengan agenda persetujuan pengunduran diri Mu'min dari jabatan Presiden Komisaris Panin Sekuritas dan pengangkatan Presiden Komisaris Panin Sekuritas yang baru.

Seperti diketahui, Mu'min konglomerat RI yang merintis karier di industri perbankan sejak 1966. Ia adalah pendiri PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) atau Panin Bank.

Mu'min lahir pada tanggal 12 Maret 1939 di Jember dengan nama Lie Mo Ming. Ia mulai merintis bisnis di bidang perbankan sekitar tahun 1966, empat tahun setelah pindah ke Jakarta mengikuti iparnya, Mochtar Riady yang merupakan pemilik Grup Lippo.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Efek Risiko Inflasi Global - Isu MSCI ke Pasar Saham dan Rupiah