Rosan Sebut Hibah Lippo Berdampak ke 600.000 Masyarakat

mkh, CNBC Indonesia
Senin, 29/06/2026 18:40 WIB
Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan proses pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di Meikarta Cikarang, Kabupaten Bekasi Jawa Barat masih berlangsung, di mana saat ini prosesnya tengah membangun pondasi dasar. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia — Pemerintah menggandeng perusahaan pengembang swasta, PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) dalam mendukung program 3 juta rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dalam program ini, Lippo Grup memberikan hibah seluas 30 hektar kepada negara untuk program prioritas tersebut.

Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengatakan, nantinya, akan dibangun hunian vertikal sebanyak 141 ribu unit.

"Kalau menurut saya ini sebenarnya bukan hanya memberikan lahan, tapi justru memberikan sesuatu yang besar dari lahan karena ini dampaknya akan sangat sangat besar, sangat sangat signifikan kepada masyarakat Indonesia yang berpenghasilan rendah," ujarnya di gedung Wisma Danantara Jakarta, Senin (29/6/2026).


Rosan yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi ini mengatakan, program tersebut dapat memberikan dampak yang luas kepada masyarakat dalam hal ini memberikan hunian layak bagi keluarga.

"141.000 unit. Itu luar biasa kalau kita kali dengan anak, kita kali dengan istrinya, paling tidak kali tiga kali empat ini bisa 500.000 atau 600.000 jadi dampak ini akan sangat sangat sangat sangat signifikan," sebutnya.

Nantinya, Danantara akan berkoordinasi dengan Kementerian dan Lembaga terkait agar dapat selesai tepat waktu sesuai dengan rencana.

"Sehingga pembangunan ini akan memberikan asas manfaat yang luar biasa kepada tidak hanya kepada kita di ruangan ini, tidak hanya kepada masyarakat Indonesia, tapi juga terutama kepada masyarakat Indonesia yang berpenghasilan rendah," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, pendiri Lippo Group Mochtar Riyadi mengapresiasi profram ini. Menurutnya, hal ini juga merupakan keinginannya agar dapat memberikan sesuatu uang bermanfaat kepada negara.

"Berapa bulan yang lalu, James cerita sama saya bahwa bangsa Indonesia kita itu kekurangan perumahan. Dan James mempunyai suatu keinginan bisa memberikan sumbangsih sesuatu kepada negara untuk memperbanyakkan pembangunan perumahan. Saya sangat setuju dan terjadilah hari ini untuk serah terima tanah," ungkapnya.

Ia menambahkan, agar langkah ini dapat diikuti oleh para konglomerat lainnya agara dapat memberikan manfaat kepada bangsa.

"Semoga suatu pemikiran yang demikian ini tidak hanya terjadi pada Lippo Group, tapi bisa diikuti, ditularkan ke semua konglomerat. Di Indonesia saya kira tidak lebih, tidak kurang daripada 100 pengusaha besar. Kalau setiap pengusaha besar bisa ikut sumbang kepada pemerintah, maka itu berupa suatu manfaat yang luar biasa bagi bangsa kita. Ini adalah harapan saya," tutupnya.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Energi Naik Efek Perang, BI Pastikan Stabilitas Terjaga