Asing Net Sell Rp449,8 Miliar di Sesi I, Bank Paling Banyak Dilepas
Jakarta, CNBC Indonesia — Aksi jual asing di pasar saham Indonesia masih terjadi. Pada perdagangan sesi I siang ini, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp1,7 triliun. Angka penjualan masih lebih besar dibandingkan dengan pembelian yang sebesar Rp 1,3 triliun.
Dengan demikian, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp449,8 miliar hingga penutupan sesi pertama.
Aksi jual asing masih didominasi oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar, sementara di sisi pembelian, investor asing lebih banyak mengakumulasi saham sektor pertambangan, energi, logistik, dan pelayaran.
Saham-saham perbankan RI masih ditinggalkan oleh asing dengan jumlah jual asing paling besar terjadi pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Investor asing melepas sekitar 30,6 juta saham dengan estimasi nilai transaksi mencapai Rp184,6 miliar.
Posisi selanjutnya adalah perbankan pelat merah antara lain, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang mencatat penjualan asing sebanyak 20,6 juta saham dengan estimasi nilai Rp58,5 miliar. Berikutnya adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dengan penjualan sekitar 12,2 juta saham senilai Rp48,2 miliar.
Investor asing juga melakukan aksi jual pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebanyak 8,7 juta saham dengan nilai sekitar Rp28,4 miliar.
Selain saham perbankan, aksi distribusi juga terjadi pada PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang dilepas sebanyak 19,2 juta saham senilai Rp27,4 miliar.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turut mengalami tekanan jual asing dengan volume mencapai 14,5 juta saham atau sekitar Rp25,8 miliar. Selanjutnya, investor asing menjual PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) sebanyak 7,6 juta saham dengan estimasi nilai Rp18,5 miliar.
Kemudian, ada PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang dilepas sebanyak 24,1 juta saham senilai Rp12 miliar, diikuti PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dengan penjualan 8,4 juta saham atau sekitar Rp11,9 miliar.
Terakhir, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan penjualan asing terbesar setelah dilepas sekitar 1,4 juta saham senilai Rp11 miliar.
Sementara saham-saham yang menjadi incaran utama investor asing pada sesi pertama antara lain, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sekitar 59,9 juta saham dengan estimasi nilai transaksi mencapai Rp49,4 miliar.
Posisi kedua ditempati oleh PT Aneka Tambang (Persero)Â Tbk (ANTM) dengan volume pembelian mencapai 8,5 juta saham atau senilai sekitar Rp23,4 miliar. Selanjutnya terdapat PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) yang dibeli sebanyak 6,2 juta saham dengan estimasi nilai transaksi Rp8,5 miliar.
Di urutan berikutnya, investor asing mengoleksi saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebanyak 5,4 juta saham dengan nilai sekitar Rp7,8 miliar. Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga masuk dalam daftar favorit dengan pembelian mencapai 54,3 juta saham atau senilai Rp7,7 miliar.
Selanjutnya terdapat PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) yang mencatat pembelian asing sekitar 11,6 juta saham senilai Rp6,2 miliar. Investor asing juga mengakumulasi PT Timah (Persero) Tbk (TINS) sebanyak 1,3 juta saham dengan estimasi nilai Rp4,5 miliar.
Sementara itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) berada di posisi kedelapan dengan pembelian sekitar 1,1 juta saham atau senilai Rp3,4 miliar.
Kemudian PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dibeli sebanyak 4,4 juta saham senilai Rp3,2 miliar, disusul PT Indika Energy Tbk (INDY) dengan pembelian sekitar 1,5 juta saham atau bernilai Rp2,8 miliar.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]