OJK Wanti-wanti Penipuan Modus Baru Lewat Tontonan Drama China

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Minggu, 28/06/2026 08:15 WIB
Foto: Drama China. (Dok. Tangkapan Layar WeTV)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kejahatan di sektor keuangan kini beragam modusnya. Pelaku melakukan berbagai cara untuk menguras rekening korban melalui jebakan yang tak terduga. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap penipuan digital terbaru.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengungkapkan, entitas ilegal kini dapat masuk ketika anda menonton drama China secara online.


OJK mencatat, sejak 1 Januari hingga 20 Mei 2026, pihaknya telah menerima 17.105 pengaduan terkait entitas ilegal.

Sehingga, masyarakat diminta berhati-hati pada modus penipuan terbaru, seperti yang diduga dengan modus pengerjaan tugas menonton film drama China dan pembelian hak cipta film untuk memperoleh keuntungan.

Ia memaparkan, OJK melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) telah menindaklanjuti pengaduan tersebut dengan menghentikan 951 entitas pinjaman online ilegal, 8 penawaran investasi ilegal, dan 1 aktivitas keuangan ilegal lainnya di sejumlah situs dan aplikasi yang berpotensi merugikan masyarakat.

Ia mengungkapkan sepanjang periode Mei 2026, Satgas PASTI telah menghentikan kegiatan usaha dengan berbagai modus.

Bahkan, penipuan juga dilakukan dari pihak asing yang diduga melakukan penipuan dengan modus impersonation dan penawaran investasi saham IPO.

Selanjutnya, modus penipuan yang diduga melalui impersonation dan skema pembuatan akun-akun e-commerce dan deposit dana untuk memperoleh komisi.

Lalu, penipuan dengan modus dugaan melakukan penipuan melalui impersonation dan penawaran melakukan tugas menonton iklan, dan pembiayaan proyek fiktif.

Ada juga modus penipuan yang diduga melalui investasi kripto melalui skema copy trading.

Dalam rangka penegakan ketentuan perlindungan konsumen, OJK telah memberikan peringatan tertulis dan atau sanksi administratif berupa 48 peringatan tertulis kepada 44 PUJK, 5 instruksi tertulis kepada 5 PUJK, dan 17 sanksi denda kepada 15 PUJK.

Sementara itu dalam periode yang sama, dari sisi penawaran perilaku PUJK atau market conduct, OJK telah mengenakan 17 sanksi administratif berupa peringatan tertulis dan 11 sanksi administratif berupa denda.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Direksi BEI 2026-2030 Siap Disahkan dalam RUPS Tahunan BEI