Jadi Sorotan MSCI, Ini 13 Saham HSC Terbaru

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Rabu, 24/06/2026 17:45 WIB
Foto: Logo MSCI

Jakarta, CNBC Indonesia - Lembaga penyedia layanan indeks global MSCI mempertahankan pasar ekuitas Indonesia dipastikan tetap dipertahankan di dalam kategori Emerging Markets. Hal itu berdasarkan hasil evaluasi MSCI 2026 Market Classification Review pada Rabu dini hari (24/6/2026).

Dalam review terkini, MSCI menyampaikan bahwa investor institusional internasional seringkali menyampaikan kekhawatiran kepada MSCI ketika mereka mengalami ketidaktransparanan yang terus-menerus dalam struktur kepemilikan saham dan mencurigai adanya perilaku perdagangan terkoordinasi.

Kedua kekhawatiran tersebut secara material membatasi kemampuan investor untuk menilai free float yang sebenarnya dan untuk mengandalkan harga pasar yang diamati untuk konstruksi portofolio dan replikasi indeks, dan keduanya berhubungan langsung dengan pilar Aliran Informasi dan Infrastruktur Pasar dari kerangka kerja Aksesibilitas Pasar MSCI.


Kendati demikian, MSCI mengakui reformasi transparansi baru-baru ini yang diumumkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (IDX), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Reformasi tersebut termasuk peningkatan pengungkapan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%, klasifikasi investor yang lebih rinci, pengenalan kerangka kerja Konsentrasi Kepemilikan Saham Tinggi (HSC), dan peta jalan untuk meningkatkan persyaratan free float minimum menjadi 15%.

MSCI menyebut akan terus menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas berkelanjutan mereka dalam konteks penentuan free float dan penilaian kemampuan investasi yang lebih luas.

"Jika kemajuan yang memadai tidak terlihat pada saat Tinjauan Indeks MSCI November 2026, MSCI akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk perlakuan yang tepat bagi pasar Indonesia, yang berpotensi mencakup konsultasi tentang pengklasifikasian ulang Indonesia dari Pasar Berkembang menjadi Pasar Perbatasan," tulis MSCI.

Sebagai informasi, target evaluasi MSCI selanjutnya akan berlangsung pada November 2026 mendatang.

Per 2 Juni 2026, terdapat 13 saham yang masuk kategori HSC. Berikut daftar saham HSC:

PT Lima Dua Lima Tiga Tbk. (LUCY) - 95,47%
PT Samator Indo Gas Tbk. (AGII) - 97,75%
PT Satria Mega Kencana Tbk. (SOTS) - 98,35%
PT Ifishdeco Tbk. (IFSH) - 99,77%
PT Panca Anugrah Wisesa Tbk. (MGLV) - 95,94%
PT Rockfields Properti Indonesia Tbk. (ROCK) - 99,85%
PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) - 95,35%
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - 95,76%
PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) - 97,31%
PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA) - 95,82%
PT Transcoal Pacific Tbk. (TCPI) - 94,10%
PT Mahkota Group Tbk. (MGRO) - 93,76%
PT Kota Satu Properti Tbk. (SATU) - 94,27%


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: IHSG Masih Dibayangi Ketidakpastian, Saham Mana Yang Dilirik?