MARKET DATA
Economic Update 2026

Begini Cara BI Atasi Efek Dolar Rp17.800 Kerek Harga Barang Impor

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
24 June 2026 11:35
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (C
Foto: Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bank Indonesia (BI) membeberkan cara mengurangi dampak dari kenaikan dolar Amerika Serikat (AS) dan pelemahan rupiah terhadap barang-barang impor alias imported inflation.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan untuk mengurangi dampak dari imported inflation, bank sentral sudah melakukan upaya stabilisasi rupiah agar kenaikan harga barang impor tidak terlalu besar.

"Imported inflation itu tentunya menjadi konsideran kami juga, jadi inflasi ke depan memang salah satu yang kita lihat selain tadi volatile food karena iklim, imported inflation juga kita lihat," kata Destry dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dikutip Rabu (24/6/2026).

"Kita bisa tangani apa? Rupiahnya, jadi bagaimana stabilitas rupiah, bagaimana juga kita menjaga supaya tidak terlalu dalam depresiasinya," tegasnya.

Selain imported inflation, pihaknya juga tengah memperhatikan inflasi makanan yang bergejolak, yang membuat beberapa harga pangan lebih tinggi dari harga acuan.

"Terkait pangan berkaitan dengan ada satu masa namanya harga cabai bisa di atas harga daging gitu ya. Secara common sense, kok bisa harga cabai di atas daging, memang stoknya enggak ada? Atau bagaimana," tambah Destry.

Untuk mengantisipasi agar fenomena tingginya volatile food tidak berlangsung lama, BI juga berperan aktif agar beberapa daerah, terutama daerah yang memiliki kantor perwakilan BI bisa meminimalisir dampak dari inflasi makanan yang berfluktuasi.

"Jadi, Bank Indonesia punya program yang bekerja sama antara 46 kantor perwakilan Bank di seluruh Indonesia dengan pemerintah daerah dan lembaga setempat, untuk bisa mengaddress beberapa isu nasional, salah satunya penanganan inflasi, terkhusus inflasi pangan," lanjutnya.

Dalam kerja sama tersebut, BI akan menjadi advisor memberikan masukan kepada pemerintah daerah terkait sumber inflasi, agar tingkat inflasi daerah setempat bisa diminimalisir.

"Kita sebagai advisor memberikan masukan kepada pemerintah daerah, kemudian kita juga lihat sumber inflasinya apa di daerah ini. Kalau misalnya pangan, oke, Bank Indonesia bersama-sama dengan yang lain, kita bantu misalnya apakah petani mau kita bantu dengan smart farming atau banyak hal lah misalnya UMKM disana, kita berdayakan juga," terangnya.

(arj/arj) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bos BI Warning Inflasi RI Bakal Naik, Ini Pemicunya!


Most Popular
Features