MARKET DATA

IHSG Bergejolak, Saham Ini Malah Terbang

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
19 June 2026 10:30
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sangat tinggi pagi ini, Jumat (19/6/2026). IHSG sempat naik 0,5% ke level 6.215,06 pada awal perdagangan, tetapi kemudian mengalami koreksi dengan persentase yang serupa beberapa menit setelahnya.

Hingga pukul 10.20 WIB, IHSG masih bertahan di atas level 6.100. Volatilitas IHSG dibayangi oleh sentimen MSCI. Meskipun status Indonesia masih bertahap di Emerging Market, tetapi MSCI menilai information flow atau arus informasi pasar saham Tanah Air dengan status negatif. 

Sementara itu, sejumlah berhasil bertahan di zona hijau di tengah guncangan tersebut. Berdasarkan data perdagangan, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) menguat 8,1% ke level 675.

Kemudian, ada saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menguat 4,74% atau 475 poin menjadi 10.500, sementara saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) melonjak 5,65% ke posisi 7.950.

Saham sektor konsumsi juga turut menopang pergerakan pasar. PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik 2,87% atau 450 poin ke level 16.150.

Saham lainnya yang bergerak menghijau, ada saham PT Cardig Aero Services Tbk (CASS) mencatat kenaikan 12,07% atau 210 poin menjadi 1.950, sedangkan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 6,99% atau 200 poin ke level 3.060.

Selain itu, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) melonjak 11,40% atau 200 poin ke posisi 1.955. Bahkan, saham PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY) melonjak 16,67% atau 180 poin ke level 1.260.

Sebagai informasi ,MSCI telah merilis Global Market Accessibility Review yang diterbitkan oleh MSCI pada Jumat subuh tadi.

Dalam laporan evaluasi tahunan tersebut, aksesibilitas pasar ekuitas Indonesia secara resmi mencatatkan pemburukan pada kriteria arus informasi.

Berdasarkan tabel ringkasan pemeringkatan pada dokumen tersebut, peringkat kriteria arus informasi (Information Flow) untuk Indonesia diturunkan dari peringkat positif tanpa masalah besar pada tahun 2025 menjadi peringkat negatif yang mengindikasikan urgensi perbaikan pada tahun 2026.

Penurunan peringkat aksesibilitas ini dipicu oleh temuan masalah struktural terkait ketidakjelasan dalam struktur kepemilikan saham di pasar modal domestik.

Selain itu, evaluasi global ini juga menyoroti adanya indikasi perilaku perdagangan yang terkoordinasi di bursa Indonesia, yang secara langsung dinilai merusak proses pembentukan harga yang wajar di pasar reguler.

Praktik-praktik yang membatasi tingkat transparansi ini dipandang membatasi kemampuan investor institusional internasional secara material dalam menilai besaran riil dari saham yang beredar di publik (true free float).

Kondisi ini turut menghalangi investor asing untuk dapat mengandalkan harga pasar yang diobservasi secara objektif dalam proses konstruksi portofolio serta replikasi indeks mereka.

Lebih lanjut, laporan evaluasi tersebut juga memberikan catatan bahwa kriteria hak yang setara bagi investor asing (Equal Rights to Foreign Investors) masih terhambat.

Hal ini dikarenakan informasi mendetail terkait aksi korporasi perusahaan maupun dinamika pasar saham domestik tidak selalu tersedia dengan mudah dalam bahasa Inggris.

Meskipun demikian, kerangka operasional Indonesia pada aspek lain relatif masih stabil, dengan peringkat sangat baik yang dipertahankan untuk kriteria infrastruktur penitipan aset, registrasi, mekanisme perdagangan, serta kelonggaran batasan kepemilikan asing.

Walaupun infrastruktur perdagangan secara sistem dinilai sangat memadai, sorotan tajam pada transparansi kepemilikan dan integritas pembentukan harga ini akan memicu evaluasi ulang dari berbagai pengelola reksa dana indeks global, yang berpotensi menimbulkan tekanan volatilitas penyesuaian bobot arus modal asing pada saham-saham berkapitalisasi besar di sepanjang sesi perdagangan hari ini.

Walaupun terjadi perubahan, Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah melakukan pembenahan dari segi keterbukaan informasi yang disediakan bagi investor domestik maupun asing. BEI sudah membuka kepemilikan saham di atas 1%, merilis data HSC, dan berbagai pembenahan struktural di bursa.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article MSCI Depak 18 Saham RI, Begini Respons Bos BEI


Most Popular
Features