178 Sekolah Rakyat Tampung 48.972 Siswa Tahun Ajaran Baru 2026/2027

Arrijal Rachman, CNBC Indonesia
Jumat, 19/06/2026 10:00 WIB
Foto: Para siswa Sekolah Rakyat (SR) Jakarta saat mengikuti kegiatan Bersama BI di Museum Bank Indonesia (BI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Sosial mencatat 178 Sekolah Rakyat akan beroperasi penuh untuk tahun ajaran baru 2026/2027 yang jatuh pada Juli 2026.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan 178 Sekolah Rakyat yang akan beroperasi itu terdiri dari 93 sekolah permanen, 77 sekolah rintisan 2025, dan 8 sekolah rintisan baru 2026.


Dari sisi kesiapan fisik, menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu mengatakan, 69 lokasi telah rampung dan 24 lainnya sudah dapat difungsikan.

"Masing-masing ada yang masih tetap berada di sekolah rintisan, tapi ada sebagian lagi yang akan menggunakan gedung permanen. Untuk itu diperlukan kolaborasi dan koordinasi yang baik agar masa transisi ini bisa kita lalui dengan baik," tegasnya dikutip dari siaran pers, Jumat (19/6/2026).

Sebanyak 48.975 bakal calon siswa telah terjangkau program Sekolah Rakyat melampaui kuota awal 32.640 siswa di tengah progres pembangunan 93 sekolah permanen yang kini telah mencapai 78,75 persen.

Dari total 48.975 anak yang telah terdata, mayoritas berasal dari kelompok paling rentan 85,8% penerima PKH dan 77,6% dari desil 1-2 DTSEN dengan sebagian merupakan anak yang sebelumnya tidak pernah mengenyam pendidikan.

"Yang kita lihat bukan hanya capaian akademik, tapi perubahan anak-anak ini. Mereka sekarang jauh lebih sehat, lebih disiplin, lebih percaya diri, dan punya harapan terhadap masa depan," kata Gus Ipul.

Memasuki masa transisi menuju operasional penuh, peran pemerintah daerah menurut Gus Ipul menjadi penentu, terutama dalam penetapan siswa, pembentukan tim transisi, hingga dukungan tenaga pengajar dan sosialisasi masyarakat.

"Bisa jadi di tempat yang baru kita masih mengalami kekurangan tenaga kependidikan. Maka itu kita butuh bantuan dari daerah, guru-guru sementara untuk tahap awal ini," ujarnya.

Pemerintah juga menetapkan tujuh langkah percepatan menuju masa awal tahun ajaran baru pada 14 Juli, mulai dari penetapan siswa, sosialisasi masyarakat, hingga mobilisasi guru dan siswa. Dalam waktu yang semakin terbatas, kecepatan respons daerah menjadi faktor kunci.

"Tujuh langkah ini sudah terkunci dalam jadwal. Yang bisa kita kendalikan adalah kecepatan respon pemda di setiap tahap," kata Gus Ipul.

Selain kesiapan teknis, pemerintah menekankan pentingnya jaring pengaman bagi siswa, mencakup layanan kesehatan, dukungan psikologis, pendamping sosial, hingga aspek keamanan lingkungan sekolah.


(arj/arj) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Minyak Merosot 10%-Harga Emas Turun ke Bawah USD 4.200/Oz