Jeffrey Hendrik Lolos Jadi Dirut Bursa Baru, Ini Profilnya

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Kamis, 18/06/2026 15:10 WIB
Foto: Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik menyampaikan pemaparan dalam acara Market Outlook 2026 di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memberi izin Jeffrey Hendrik untuk menjadi direktur utama Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026-2030. Selanjutnya, namanya akan disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Hal ini sebagaimana dikonfirmasi oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi pun mengkonfirmasi hal tersebut.


"Betul, untuk diumumkan oleh BEI, sesuai surat OJK tersebut. Untuk pengangkatannya nanti diagendakan dan dilakukan oleh pemegang saham dalam RUPST BEI di tgl 29 Juni 2026," ungkap Hasan kepada CNBC Indonesia, Kamis, (18/6/2026).

Dalam potongan surat tersebut, Jeffrey Hendrik bersama lima nama lainnya lolos fit and proper test (FnP) OJK. Jeffrey sendiri saat ini menjabat sebagai Penjabat Sementara (PJS) Direktur Utama BEI, usai kekosongan jabatan pasca mundurnya Iman Rachman sebagai Dirut Bursa.

Lebih lanjut, berikut profil Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik:

Profil Jeffrey Hendrik

Melansir laman resmi BEI, sebelum menjadi PJS Dirut Bursa, Jeffrey diangkat sebagai Direktur Pengembangan BEI melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 29 Juni 2022.

Jeffrey memulai kariernya di PT Zone Pratama pada 1994-1996, kemudian melanjutkan karier di bidang corporate finance PT Transpacific Securindo pada 1996-1999. Setelah itu, ia menjabat sebagai Presiden Direktur PT Phintraco Sekuritas selama periode 1999-2022 sebelum bergabung dengan jajaran direksi BEI.

Selain berkarier di industri pasar modal, Jeffrey juga aktif dalam berbagai organisasi dan komite. Ia pernah menjadi anggota Komite Perdagangan Efek dan Penyelesaian Transaksi BEI pada 2019-2020, pengurus Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI) Bidang Perdagangan Efek pada 2020-2022, serta menjadi anggota Satuan Tugas Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2021.

Dari sisi pendidikan, Jeffrey meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti pada 1995.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Tekanan Jual Asing Turun, Rupiah Keluar Dari Jerat Rp 18.000/USD