Bursa Asia Ramai-Ramai Keok Pagi Ini, Ada Apa?

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Rabu, 17/06/2026 09:00 WIB
Foto: Seorang pedagang mata uang berjalan melewati papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) dan nilai tukar antara dolar AS dan won Korea Selatan di ruang perdagangan sebuah bank di Seoul, Korea Selatan, 3 Maret 2026. (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia-Pasifik dibuka melemah pada perdagangan Rabu (17/6/2026), dengan pasar saham Korea Selatan mencatat penurunan terdalam di kawasan.

Melansir CNBC, sentimen pasar masih dipengaruhi perkembangan geopolitik dan respons investor terhadap negosiasi terbaru antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.


Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,02% pada pembukaan perdagangan, sementara indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq bergerak sedikit lebih rendah. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melemah 0,20%, sedangkan indeks Topix justru menguat 0,46%.

Sementara itu, indeks acuan Australia S&P/ASX 200 turun 0,17% pada awal perdagangan. Berbeda dengan mayoritas bursa kawasan, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 24.510, lebih tinggi dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 24.493,95.

Dari Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menyatakan terbuka untuk membagikan rincian kesepakatan damai terbaru antara AS dan Iran kepada Kongres. Pernyataan tersebut disampaikan setelah sejumlah anggota Kongres meminta kesempatan untuk meninjau kesepakatan sebelum resmi disahkan.

Kesepakatan awal antara AS dan Iran tersebut akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari. Selain itu, perjanjian tersebut juga menjadi kerangka dasar bagi negosiasi lanjutan terkait program nuklir Iran serta berbagai isu strategis lainnya di masa mendatang.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Kepercayaan Investor Tinggi, Minat Global Bond Danantara Tembus Rp 18T