Breaking News! Rupiah Menguat 1%, Dolar AS Kini Turun ke Rp17.680
Jakarta, CNBC Indonesia - Penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) semakin besar pada perdagangan awal pekan ini, Senin (15/6/2026).
Merujuk data Refinitiv, per pukul 09.52 WIB, rupiah menguat 1,04% ke level Rp17.680/US$. Posisi ini membuat mata uang Garuda berhasil menembus level psikologis Rp17.700/US$. Rupiah juga semakin jauh meninggalkan level Rp18.000/US$ yang sempat menjadi tekanan besar dalam beberapa waktu terakhir.
Penguatan ini semakin besar dibandingkan posisi pembukaan perdagangan pagi tadi. Pada awal perdagangan, rupiah sudah dibuka menguat 0,64% ke level Rp17.750/US$.
Dengan demikian, rupiah melanjutkan kinerja positif setelah pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat (12/6/2026), ditutup menguat tajam 0,61% ke posisi Rp17.865/US$.
Penguatan rupiah masih ditopang oleh pelemahan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS (DXY), yang mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 09.00 WIB terpantau melemah 0,18% ke level 99,569.
Pelemahan DXY terjadi seiring kabar bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati kerangka kesepakatan damai. Kabar tersebut menekan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman atau safe haven dan membuka ruang penguatan bagi mata uang lain, termasuk rupiah.
(evw/evw) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]