MARKET DATA

Saham BUMN Pimpin Penguatan IHSG, Ada yang Melesat 7,88%

ayh,  CNBC Indonesia
15 June 2026 09:57
Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Saham-saham perusahaan pelat merah alias Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memimpin penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (15/6/2026).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham perbankan BUMN memimpin penguatan dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) tercatat menguat 210 poin (5%) ke level Rp4.410 per saham. Sementara saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) melesat 120 poin (4,21%) ke posisi Rp2.970 per saham. Ada juga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 210 poin (5,9%) ke angka Rp3.770 per saham.

Selain saham Himbara, saham BUMN lain seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga menguat 220 poin (7,72%) ke level Rp3.070. Sementara saham PT Timah Tbk (TINS) menguat 260 poin (7,88%), lalu saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 80 poin (2,80%).

IHSG sendiri dibuka melesat pada perdagangan Senin (15/6/2026), melanjutkan reli penguatan signifikan yang dicatatkan pekan lalu. Berdasarkan data BEI pada pukul 09.10 WIB, IHSG melesat 3,5% lebih ke level 6.221,44.

Sebanyak 548 saham menguat, 82 saham melemah, dan 91 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp3,61 triliun dengan volume perdagangan 5,81 miliar saham dan berpindah tangan sebanyak 363 ribu kali.

Melesatnya IHSG terjadi karena rebound saham-saham blue chip berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan BUMN. Sementara itu saham-saham emiten konglo yang kompak ambruk sejak pengumuman MSCI kini perlahan mulai sedikit pulih dan pelan-pelan naik dari level terendah sejak awal tahun.

Sentimen positif indeks saham domestik datang dari pengumuman kesepakatan damai AS-Iran yang menyetujui akan membuka Selat Hormuz yang pada akhirnya ikut menarik turun harga minyak mentah global. Selain itu, kinerja apik rupiah terhadap dolar AS yang berhasil bangkit dari level terendah sepanjang masa ikut memberikan dorongan kepada indeks.

(ayh/ayh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking News! BNI (BBNI) Cetak Laba Rp5,66 Triliun di Kuartal I-2026


Most Popular
Features