Bursa Asia Pesta Pora Usai AS-Iran Sepakat Berdamai

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Senin, 15/06/2026 08:50 WIB
Foto: via REUTERS/Yonhap News Agency

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Asia menyambut positif kabar tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Harga minyak dunia langsung merosot tajam, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kedua negara telah menyelesaikan perjanjian untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Di kawasan Asia, investor merespons perkembangan geopolitik ini dengan antusias. Indeks Kospi Korea Selatan melesat 5,1%, memimpin penguatan di kawasan. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 3,6%, sedangkan indeks Topix menguat 2,6%.


Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turut mencatat kenaikan sebesar 1,3%.

Mengutip CNBC Internasional, kontrak berjangka minyak mentah AS untuk pengiriman Juli turun 4,77% menjadi US$80,83 per barel pada pukul 20.27 ET.

Sedangkan kontrak berjangka Brent, patokan internasional, untuk pengiriman Agustus diperdagangkan sekitar 4% lebih rendah menjadi US$83,77 per barel.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," kata Trump dalam sebuah posting di Truth Social dikutip Senin (15/6/2026).

Trump menyampaikan, selat Hormuz akan dibuka tanpa sistem tol dan AS akan mengakhiri blokade lautnya terhadap Iran.

"Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian," kata Trump. "Biarkan minyak mengalir!"

Dalam postingan selanjutnya, Trump mengatakan bahwa selat tersebut akan dibuka pada hari Jumat, hari di mana upacara penandatanganan perjanjian damai resmi dijadwalkan berlangsung di Swiss.

"Dengan dibukanya Selat Hormuz setelah penandatanganan Perjanjian pada hari Jumat, untuk tujuan pembersihan ranjau, minyak akan mengalir kembali di kedua ujungnya bagi kawasan ini, dan dunia!" katanya.

Seperti diketahui, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz sebelum lalu lintas kapal tanker anjlok pada awal Maret akibat serangan Iran. Gangguan di Selat Hormuz telah memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mengumumkan penghentian segera dan permanen atas operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon. Perdana Menteri Pakistan tersebut telah bertindak sebagai mediator antara Amerika Serikat dan Iran.

"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka untuk mencari solusi diplomatik atas konflik ini," kata Sharif.

Selanjutnya, para mediator akan memfasilitasi pertemuan minggu ini untuk meletakkan dasar bagi pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi.

Di sisi lain, CEO perusahaan tanker minyak Frontline mengatakan bahwa ia memperkirakan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz akan pulih dengan cepat jika AS dan Iran mencapai kesepakatan yang kredibel.

"Saya sebenarnya sangat optimis bahwa begitu situasi membaik dan AS serta Iran mencapai kesepakatan, setidaknya untuk tidak menyerang kapal-kapal, lalu lintas tersebut akan segera berlanjut," kata CEO Frontline Lars Barstad kepada CNBC.

 


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Arah Pasar Modal Tiap Piala Dunia