OJK Mau Merger Bank KBMI I dan II, Bos Bank Raya Bilang Gini
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) buka suara soal wacana konsolidasi/merger di kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) I. Dengan merger tersebut, pemerintah berharap bank-bank bisa naik kelas ke KBMI II.
Direktur Bisnis Bank Raya Kicky Andrie Davetra mengatakan, pihaknya menyambut baik inisiatif regulator dalam memperkuat struktur permodalan industri perbankan nasional. Perseroan menilai langkah tersebut dapat meningkatkan ketahanan dan stabilitas sistem perbankan sekaligus mendorong terciptanya industri yang lebih sehat.
"Kami tentunya akan dengan seksama mengikuti dan menunggu kelanjutan atas kajian konsolidasi perbankan dari regulator," jelas Kicky dalam Public Expose Live BEI, Selasa, (9/6/2026).
Perseroan meyakini setiap langkah penataan yang diambil otoritas dapat menjadi terobosan untuk memperkuat efektivitas dan efisiensi struktur permodalan perbankan nasional dalam menghadapi dinamika ekonomi global. Meski demikian, Bank Raya menegaskan setiap keputusan strategis akan tetap berpedoman pada prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance.
"Tentunya ke depan setiap potensi konsolidasi ataupun langkah penguatan modal yang nanti akan dilakukan harapannya tentunya senantiasa mengedepankan prinsip-prinsip tersebut serta memenuhi ketentuan dan regulasi yang berlaku," pungkasnya.
Sebagai informasi, modal inti Bank Raya per kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp2,85 triliun. Sehingga, Bank Raya masuk dalam kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) I, atau kategori bagi bank yang bermodal inti Rp3 triliun hingga Rp6 triliun,
Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyatakan penguatan bank-bank KBMI I sebagai bagian dari agenda strategis yang perlu ditempuh secara terarah dan prudent, dalam rangka memperkuat struktur dan ketahanan perbankan nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Langkah ini dipandang penting terutama mempertimbangkan dinamika perkembangan teknologi informasi, akselerasi digitalisasi perbankan, ketidakpastian kondisi ekonomi global, serta meningkatnya risiko serangan siber.
OJK menilai bahwa bank-bank KBMI I masih memiliki ruang untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan skala usaha melalui langkah penguatan baik secara organik maupun anorganik.
Dian mengatakan pihaknya telah menyampaikan imbauan untuk penguatan fundamental dan konsolidasi kepada bank-bank mini pada akhir bulan Oktober 2025 lalu.
OJK kemudian mengimbau setiap bank KBMI I untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan berkelanjutan atas kinerja bisnis, permodalan, kualitas aset, tata kelola, model bisnis, dan prospek jangka panjang, termasuk mengidentifikasi opsi penguatan modal dan peluang konsolidasi yang sesuai karakteristik masing-masing bank.
Bahkan, Dian menyebut aksi merger dapat ditempuh oleh bank-bank mini yang kinerjanya tidak bertumbuh. Akan tetapi, ia menyebut hal itu membutuhkan pandangan visioner dari pemegang saham pengendali (PSP).
(ayh/ayh) Add
source on Google