Klaim Asuransi Melonjak Tinggi per April 2026
Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan klaim asuransi komersial melesat 11,12% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 75,76 triliun.
Pertumbuhan itu mengalami akselerasi kencang bila dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya. Pada Maret 2026 klaim asuransi tumbuh 3,45% yoy, sedangkan pada April 2025 -6,78% yoy.
Hal serupa juga terjadi di asuransi non-komersial. Klaim asuransi per April 2026 naik 8,04% yoy menjadi Rp 68,69 triliun. Pada bulan lalu klaim asuransi non-komersial tumbuh 5,56% yoy dan pada April 2025 5,68% yoy.
Sementara itu, OJK menyatakan industri perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun secara umum tetap stabil dan terjaga. Namun, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (KE PPDP) Ogi Prastomiyono mengatakan, kinerja asuransi komersial berupa akumulasi pendapatan premi mengalami kontraksi.
"Kinerja asuransi komersial berupa akumulasi pendapatan premi pada periode April 2026 mencapai Rp 116,01 triliun atau terkontraksi 0,36% year-on-year," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (5/6/2026).
Ogi memaparkan, premi asuransi jiwa masih tumbuh 3,28% year-on-year senilai Rp 62,58 triliun, sementara premi asuransi umum dan reasuransi terkontraksi sebesar 4,32% year-on-year senilai Rp 53,43 triliun.
Sementara untuk total aset industri asuransi pada April 2026 masih tumbuh positif mencapai Rp 1.202,16 triliun atau naik 3,39% year-on-year. Sedangkan dari sisi asuransi komersial, total aset mencapai Rp 984,2 triliun atau naik sebesar 4,65% year-on-year.
Permodalan industri asuransi jiwa serta asuransi umum dan reasuransi secara agregat mencatatkan Risk-Based Capital (RBC) masing-masing sebesar 476,11% dan 311,74%, atau masih di atas threshold sebesar 120%.
Ogi melanjutkan, untuk asuransi non-komersial yang terdiri dari BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan serta program asuransi ASN, TNI, dan Polri yang terkait program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), total aset tercatat sebesar Rp 217,96 triliun, terkontraksi sebesar 1,95% year-on-year.
Sedangkan dari sisi industri dana pensiun, total aset dana pensiun per April 2026 tumbuh sebesar 6,12% year-on-year dengan nilai mencapai Rp 1.690,64 triliun, di mana untuk program pensiun sukarela total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,63% year-on-year dengan nilai mencapai Ro 410,14 triliun.
Untuk program pensiun wajib yang terdiri dari program Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) dari BPJS Ketenagakerjaan, serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun untuk ASN, TNI, dan Polri, total aset mencapai Rp 1.280,50 triliun, atau tumbuh sebesar 6,65% year-on-year.
Sedangkan pada perusahaan penjaminan, per Maret 2026 nilai aset terkontraksi sebesar 3,39% year-on-year menjadi Rp 46,73 triliun.
(rob/mkh) Add
source on Google