Alfamart (AMRT) Buka Suara Soal Kehadiran Kopdes Merah Putih

Mentari Puspadini, CNBC Indonesia
Jumat, 05/06/2026 12:40 WIB
Foto: Pantauan gerai ritel modern tetap buka meski kondisi tengah memanas, gerai ritel modern di kawasan Setibudi, Jakarta Selatan, Senin (1/9/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia — Dua emiten ritel modern, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), buka suara terkait kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang menjadi program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Meski memiliki model bisnis yang dinilai serupa, kedua perusahaan menegaskan belum merasakan dampak material terhadap operasional maupun rencana ekspansi usaha mereka.

Manajemen AMRT memandang kehadiran KDMP sebagai inisiatif positif pemerintah dalam memperkuat ekonomi pedesaan dan mendukung ketahanan pangan nasional. Perseroan menilai setiap pelaku usaha memiliki model bisnis, segmentasi, dan target pasar yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.


"Hingga saat ini belum ada dampak material terhadap kinerja operasional Perseroan yang disebabkan oleh kehadiran KDMP. Sejalan dengan hal tersebut, tidak terdapat penutupan gerai yang diakibatkan oleh keberadaan KDMP," sebagaimana diungkap dalam keterbukaan informasi BEI, dikutip Jumat, (5/6/2026).

Dari sisi rantai pasok, AMRT menegaskan pendirian KDMP belum memberikan pengaruh material terhadap kegiatan supply chain perusahaan. Dengan demikian, operasional distribusi dan pemenuhan barang dagangan masih berjalan normal seperti biasa.

Untuk menjaga pertumbuhan toko di wilayah pedesaan, AMRT mengandalkan strategi peningkatan layanan pelanggan. Langkah tersebut dilakukan melalui penyediaan produk yang sesuai kebutuhan konsumen, penetapan harga yang kompetitif, serta program promosi yang relevan dengan karakteristik pasar setempat.

Perseroan juga menilai daya saing jangka panjang akan sangat ditentukan oleh kemampuan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Karena itu, fokus utama perusahaan tetap diarahkan pada peningkatan kualitas layanan dan pengalaman berbelanja konsumen.

Terkait potensi kerja sama dengan KDMP, AMRT mengungkapkan hingga saat ini belum memiliki kerja sama strategis dengan pihak pengelola koperasi tersebut. Belum terdapat pula rencana atau penjajakan kemitraan yang sedang berlangsung.

Sementara itu, MIDI yang masih dalam Grup yang sama, juga menyampaikan pandangan serupa mengenai kehadiran KDMP. Perseroan menilai setiap pelaku usaha memiliki model bisnis, segmentasi, dan target pasar yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, sembari tetap mendukung program dan kebijakan pemerintah.

"Tidak terdapat penutupan gerai yang disebabkan oleh kehadiran KDMP. Sampai dengan saat ini belum ada dampak material terhadap rantai pasok (supply-chain) Perseroa yang disebabkan oleh pendirian KDMP," tutur manajemen MIDI.

Untuk mempertahankan pertumbuhan di wilayah pedesaan, MIDI berfokus pada peningkatan kualitas layanan kepada konsumen. Strategi tersebut mencakup peningkatan kenyamanan dan kebersihan toko, penyediaan produk yang lengkap sesuai kebutuhan pelanggan, harga yang kompetitif, serta optimalisasi layanan pesan antar.

Mengenai kemungkinan kerja sama dengan KDMP, MIDI menyebut hingga saat ini belum terdapat komunikasi, rencana, maupun penjajakan kerja sama strategis dengan pihak pengelola koperasi tersebut.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bos MI Ungkap Alasan Investor Kabur Bikin IHSG & Rupiah Anjlok