MARKET DATA

Penyebab IHSG Anjlok 4% Lebih Hari Ini

mkh,  CNBC Indonesia
03 June 2026 11:37
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG, Senin (22/11/2021) (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia/ IHSG (CNBC Indonesia/Muhammad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) keok pada perdagangan hari ini, Rabu (3/6/2026). IHSG berbalik arah setelah kemarin ditutup naik 1,11%. 

Per pukul 11.00 WIB, IHSG sudah anjlok lebih dari 4% dan meninggalkan level 6.000. Sebanyak 679 saham turun, 75 naik, dan 205 tidak bergerak. 

Nilai transaksi mencapai Rp 13,14 triliun, melibatkan 20,47 miliar saham dalam 1,56 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun anjlok menjadi Rp 10.454 triliun. 

Mengutip Refinitiv, bahan baku, kesehatan, dan utilitas menjadi sektor yang anjlok paling dalam. Ketiga sektor tersebut, secara berurutan koreksi 9,16%, 7,15%, dan 6,9%. 

Sejumlah saham konglo yang kemarin mengatrol IHSG justru menjadi beban terbesar pada perdagangan hari ini. Amman Mineral (AMMN) yang turun hingga menyentuh auto reject bawah (ARB) atau 14,91% berkontribusi -17,62 poin terhadap pelemahan IHSG. 

Lalu dua saham emiten Prajogo Pangestu, yakni Barito Renewables Energy (BREN) dan Barito Pacific (BRPT) menyumbang total -20,75 poin.

Begitu pula dengan saham bank jumbo seperti Bank Central Asia (BBCA) dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang masing-masing menyumbang -16,39 poin dan 15,68 poin. 

Pada perdagangan kemarin investor domestik berhasil menahan IHSG yang ditinggalkan asing sebesar Rp 1,39 triliun. IHSG menutup perdagangan dengan kenaikan 1,1%. 

Sebagai informasi, aliran dana asing masih mengalir deras keluar dari pasar modal Tanah Air seiring dengan efektifnya rebalancing MSCI per 1 Juni 2026. 

Co Founder PasarDana dan Praktisi Pasar Modal Hans Kwee mengatakan masih ada potensi tekanan turun khususnya pada saham-saham yang di keluar oleh MSCI Global Standard Index dan MSCI Small Cap Index. "Pasca rebalancing MSCI ini bisa jadi bottom dari penurunan IHSG dan berpeluang kembali bangkit mengikuti fundamental perusahaan di masa depan," katanya, dikutip Rabu (3/6/2026).

Dia melanjutkan bahwa reformasi pasar modal oleh OJK dan SRO telah berhasil meningkatkan dan memperkuat transparansi, kredibilitas, dan integrasi pasar modal Indonesia sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor lokal dan asing.

Sementara itu, nilai tukar rupiah semakin dalam pada perdagangan Rabu (3/6/2026). Merujuk data Refinitiv, per pukul 11.00 WIB, rupiah melemah 0,4% ke level Rp17.925/US$. Level ini sekaligus menjadi all time low terbaru bagi rupiah terhadap greenback.

Setelah menembus level psikologis Rp17.900/US$, rupiah kini semakin mendekati level psikologis berikutnya di Rp18.000/US$.

Adapun bursa di kawasan mayoritas hijau. Nikkei memimpin penguatan dengan kenaikan 2,91%. Lalu diikuti oleh Shenzen 2,31% dan Taiwan 2,11%.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Pangkas Koreksi, Ditutup Turun 1,85% Hari Ini


Most Popular
Features