Bank Gak Bisa Lawan Negara, Perbanas Minta Bunga SRBI Diatur
Jakarta, CNBC Indonesia - Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) meminta adanya pengaturan bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN). Wakil Ketua Perbanas, Nixon L.P. Napitupulu menyebut penyaluran kredit bank "bersaing" dengan dua instrumen.
Nixon menjelaskan penyaluran kredit perbankan nasional sejauh ini tetap bertumbuh, tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) industri yang meningkat. Namun, fungsi intermediasi perbankan juga menghadapi tantangan dari SRBI dan SBN yang menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi ke dengan tingkat risiko rendah.
"Memang kadang-kadang ada instrumen lawan kita yang lebih menarik, kompetisi kita juga kadang-kadang sama SRBI dan SBN. Kita lihat juga kalau risk-free, bunganya bagus, sementara ke perusahaan bagus juga sudah single digit, jadi kompetitor juga," ujar Nixon dalam Rapat Dengar Pendapat Umum di Komisi XI DPR RI, Selasa (2/6/2026).
Maka demikian, ia menyarankan agar ada semacam pengatur suku bunga untuk para penerbit surat utang. Sebab, menurut Nixon, bank berkompetisi sulit dengan negara sebagai penerbit surat utang.
"Kalau lawan kita negara kan susah juga, dia risk-free gitu ya. Sehingga menurut saya harus ada patokan bunga yang pas di SRBI, SBN sehingga enggak jadi kanibal terhadap kredit juga," tutur Nixon.
Sekadar informasi, Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada April 2026 mencapai 9,98% secara tahunan atau year on year (yoy). Pertumbuhan kinerja intermediasi ini terutama ditopang oleh tingginya penyaluran pada sektor kredit investasi.
(ayh/ayh) Add
source on Google