MARKET DATA

Saham Ini Melesat Tajam, Trader Malah Pasang Taruhan Bakal Longsor

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
28 May 2026 22:00
Seorang pria berjalan di Wall Street di luar Bursa Saham New York (NYSE) di Kota New York, AS, 7 April 2025. (REUTERS/Brendan McDermid//File Foto)
Foto: Seorang pria berjalan di Wall Street di luar Bursa Saham New York (NYSE) di Kota New York, AS, 7 April 2025. (REUTERS/Brendan McDermid)

Jakarta, CNBC Indonesia - Reli saham semikonduktor yang melesat tajam mulai memicu kekhawatiran di kalangan trader. Kondisi ini membuat banyak pelaku pasar justru memasang taruhan penurunan harga melalui opsi jual atau put option pada ETF sektor chip.

Berdasarkan data Bloomberg, open interest kontrak put pada VanEck Semiconductor ETF (SMH) melonjak dalam dua bulan terakhir hingga mendekati 1,7 juta kontrak, tertinggi sejak ETF tersebut diluncurkan pada 2011. Sebagai perbandingan, jumlah kontrak call yang beredar hanya sedikit di atas 500.000 kontrak.

Di saat yang sama, implied volatility pada SMH terus meningkat dan mendekati 55% pada Selasa waktu setempat, atau mendekati level tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir. Chief Investment Officer Convexitas, Zed Francis, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan mayoritas kontrak put dibeli sebagai langkah lindung nilai.

"Orang-orang melakukan hedging terhadap reli ini ketimbang ikut mengejarnya," ujar Francis, dikutip dari CNBC, Kamis, (28/5/2026).

Ia menilai lonjakan harga saham chip saat ini justru direspons dengan aktivitas perlindungan risiko sehingga reli tersebut berpotensi lebih berkelanjutan dibanding sekadar boom and bust.

Meski demikian, peningkatan kontrak put belum tentu sepenuhnya mencerminkan sentimen bearish terhadap sektor semikonduktor. Tingginya minat tersebut juga dipengaruhi mahalnya perdagangan opsi pada saham chip individual yang mengalami lonjakan volatilitas ekstrem.

Volatilitas tersirat pada sektor chip diketahui jauh lebih tinggi dibanding indeks S&P 500 yang berada di kisaran 16%. Bahkan, sejumlah saham semikonduktor individual seperti Micron memiliki implied volatility hingga mencapai 105%.

Co-founder TheoTrade, Don Kaufman, mengatakan kondisi volatilitas yang terlalu tinggi membuat trader lebih memilih menggunakan ETF sektor dibanding memperdagangkan saham individual. Menurutnya, strategi tersebut dinilai lebih efisien dibanding harus membeli opsi pada saham dengan volatilitas sangat mahal.

Kaufman mengaku membeli strategi put spread SMH strike 535/525 yang akan jatuh tempo pada akhir Agustus mendatang. Ia menyebut posisinya sebagai taruhan terhadap potensi koreksi besar setelah reli tajam sektor semikonduktor dalam beberapa waktu terakhir.

"Saya mengambil peluang out-of-the-money untuk mengantisipasi pullback besar," kata Kaufman. Ia menilai reli tajam saham chip kemungkinan mulai mendekati akhir seiring tingginya valuasi dan mahalnya premi opsi di sektor tersebut.

(ayh/ayh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Berkat Ledakan AI, Kapitalisasi Pasar Samsung Tembus US$1 Triliun


Most Popular
Features