MARKET DATA

Mau Investasi Saham? Investor Harus Kuatkan Mental Dulu

Elga Nurmutia,  CNBC Indonesia
23 May 2026 11:24
Stock Enthusiast, Michael Yeoh saat menyampaikan pemaparan dalam sesi Educational Class di acara Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Stock Enthusiast, Michael Yeoh saat menyampaikan pemaparan dalam sesi Educational Class di acara Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Yogyakarta, CNBC Indonesia - Salah satu sesi yang banyak dinanti peserta Jogja Financial Festival (JFF) 2026 adalah Edu Class. Dalam sesi ini, investor dan trader profesional, Michael Yeoh membagikan pengalamannya dalam berinvestasi saham yang ternyata cukup berliku dan penuh tantangan.

Awalnya, Michael aktif bermain game dan membuat konten di Youtube. Banyak teman-temannya yang sukses sebagai kreator konten games, namun dia memilih melawan arus. Akhirnya, ia memutuskan untuk berinvestasi di pasar modal.

Modal awal yang dikeluarkan Michael berjumlah Rp 10 juta atau sesuai dengan ketentuan minimum pembuatan akun saat itu. Menariknya, dalam tiga tahun, portofolio saham yang dimiliki Michael dapat melonjak hingga Rp 100 juta berkat strategi yang agresif.

"Ke Rp 100 juta itu mungkin sekitar 3 tahun tadi ya. Sempat pernah sampai Rp 100 juta setelah 3 tahun, tapi di tahun ke 5 balik lagi jadi Rp 10 juta," ujar dia dalam Educational Class bertema Kalau Punya Rp10-100 Juta Hari Ini, Akan Ditaruh di Mana, Jumat (22/5/2026).

Tentu bukan tanpa sebab portofolio saham Michael kembali mengecil jadi Rp 10 juta. Dia mengaku terlalu percaya diri karena kondisi pasar saham saat itu sedang bullish.

Michael sempat menggunakan metode leverage hingga tiga kali lipat. Namun, karena terlalu percaya diri, ia tak sadar bahwa pasar ternyata berbalik arah. Ia tak sempat melakukan antisipasi, sehingga keuntungannya hilang dan nilai portofolionya kembali ke level Rp10 juta pada tahun kelima.

Kegagalan tersebut sempat membuat Michael ingin berhenti berinvestasi. Mengingat, pasar saham terlalu sulit ditaklukkan. Namun, akhirnya ia memutuskan mengevaluasi kesalahannya, yakni terkait mental dalam mengelola keuangan dan portofolio investasi.

"Akhirnya saya temukan satu hal, saya jual terlalu cepat. Dan akhirnya saya coba revisi itu bahwa yang salah itu bukan bursanya, bukan sahamnya, bukan analisanya, tapi mental saya yang terlalu takut. Mental saya yang gimana saya belum berdamai sama diri saya, naik sedikit jual, kemudian naik lagi, hilang," ungkap dia.

Lantas, Michael mengingatkan kepada investor pemula supaya perlu membangun mental yang kuat sebelum mulai trading atau investasi. Sifat seperti egois dan rasa ingin balas dendam kepada pasar justru bisa berdampak buruk bagi investor itu sendiri.

Kini, setelah belajar dari kegagalan di masa lalu, Michael telah bangkit menjadi investor dan trader yang sukses dengan estimasi nilai portofolio saham mencapai Rp 58 miliar.

Masih dalam sesi edu class yang merupakan bagian dari JFF 2026, Digital & Marketing Communication Head Bank Mega mengungkapkan langkah sederhana bagi setiap orang untuk dapat mengelola keuangan secara optimal pada masa mendatang. Salah satunya dengan menabung di produk deposito online yang dirancang oleh Bank Mega lantaran bunganya relatif kompetitif.

"Ini kita bilang dengan untuk yang biar aman. Nah, bunga di deposito online di M-Smile itu bunganya bisa hingga 4,75 persen. Jadi itu sangat menarik karena bank juga aman gitu ya dan tetap cuan," ujar Caroline.

Di samping itu, Caroline juga menjelaskan bahwa Bank Mega turut menyediakan produk keuangan yang dirancang khusus bagi anak muda. Mereka bisa dengan mudah membuka tabungan secara online dan langsung mendapatkan kartu digital. Kartu debit tersebut bisa digunakan untuk bertransaksi pada layanan berbayar yang ada di smartphone.

"Terus ditambah itu dapet cashback, bayangin, udah spend kartu kredit kan biasanya kita harus transaksi dong. Nah udah spend, eh dapet cash back pula. Apalagak double cuan gitu kan? Nah, jadi itu produk-produk yang kita unggulkan," jelasnya.

Dirinya juga bilang, melalui aplikasi M-Smile, aktivitas menabung di deposito bisa langsung dilakukan secara online. Transaksinya juga bisa dilakukan kapan pun dan di mana pun. Pada akhirnya, setiap orang berkesempatan mengelola keuangannya dengan baik menggunakan aplikasi M-Smile besutan Bank Mega.

(rah/rah) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Saham BBRI Tetap Menarik Dikoleksi, Begini Kata Analis


Most Popular
Features