MARKET DATA

Ekonomi RI Ibarat Secangkir Kopi, Cerminan Daya Beli Sampai Inflasi

Zahwa Madjid,  CNBC Indonesia
23 May 2026 10:52
Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun saat menyampaikan pemaparan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Sabtu (23/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Yogyakarta, CNBC Indonesia - Ketua Komisi XI DPR M. Misbakhun mengungkapkan ekonomi Indonesia ibarat secangkir kopi dengan rantai nilai yang panjang mulai dari petani hingga konsumen. Dia juga mengibaratkan biji kopi seperti perdagangan global, dengan susu dan gula sebagai inflasi, dan gaji barista ibarat lokal employment.

"Makro ekonomi itu bukan hanya sekedar angka-angka, tetapi kita punya pertumbuhan, inflasi, sejarah. Jadi kita punya tekanan tapi harus meyakinkan kalau kita menggenggam secangkir kopi, ada mekanisme yang berputar disana," ungkap Miskabkhun di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (23/5/2026).

Dia menjelaskan, biji kopi ibarat perdagangan global yang terdiri dari fluktuasi nilai tukar rupiah dan rantai pasok global yang menentukan harga bahan baku. Gula dan susu sebagai inflasi nasional, yang mengibaratkan kebijakan stabilisasi harga pangan dapat mempengaruhi biaya produksi.

Terakhir, gaji barista ibaratnya local employment sebagai cerminan daya beli masyarakat dan penciptaan lapangan kerja di sektor riil. Menurutnya ekonomi makro bukan hanya angka di atas kertas, tetapi sebuah denyut nadi yang menentukan apakah secangkir kopi seharga Rp 35.000 hari ini akan tetap terjangkau esok hari.

"Anak muda harus tahu bagaimana ekonomi digulirkan, generasi milenial, generasi Z hingga boomer, bisa menjadi satu kesatuan untuk menggerakan ekonomi. Ini menjadi kekuatan yang dinamakan daya beli," ungkapnya.

Daya beli yang tercermin dari konsumsi rumah tangga, menjadi penggerak paling besar perekonomian Indonesia, bisa mencapai 50%. Dengan bonus demografi saat ini, anak-anak muda produktif bisa menjadi penggerak ekonomi aktif di bidangnya masing-masing.

(rah/rah) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Di Depan Ribuan Pelajar-Mahasiswa, Purbaya Beri Bukti Ekonomi RI Bagus


Most Popular
Features