Bos LPS Ungkap Jurus Hindari Spekulasi Saat Berinvestasi

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Jumat, 22/05/2026 12:50 WIB
Foto: Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu saat menyampaikan sambutan dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menekankan pentingnya literasi keuangan di tengah cepatnya perkembangan teknologi dan tingginya minat investasi. Dengan begitu, optimisme terhadap investasi bisa terarah dan tidak berubah menjadi spekulasi.

Pasalnya, semakin banyak anak muda yang berinvestasi pada instrumen saham, obligasi ritel, fintech, kripto hingga aset digital. Anggito mengatakan pertumbuhan investasi ritel Indonesia terus meningkat setiap tahun dengan dominasi usia muda, mahasiswa dan pelajar yang semakin besar.

"Ini sinyal positif. Tetapi optimisme tanpa literasi dapat berubah menjadi spekulasi," kata Anggito saat membuka acara Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC), Jumat (21/5/2026).


Dia pun menegaskan edukasi harus berjalan lebih cepat daripada euforia pasar. Anggito pun berbicara tentang paradoks sektor keuangan Indonesia.

"Kita sedang memasuki era ketika uang bergerak lebih cepat daripada pemahaman manusia tentang risiko keuangan itu sendiri," ujarnya.

Menurut dia, artificial intelligence (AI) mulai mengganti banyak model bisnis. Transaksi keuangan digital sangat cepat berlangsung dalam hitungan detik. Produk investasi keuangan bertumbuh dan semakin beragam memberikan manfaat.

"Namun pada saat yang sama daya tahan literasi belum tumbuh secepat perkembangan industrinya. Inilah paradoks sektor keuangan Indonesia hari ini," kata Anggito.


(rah/rah) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:INDY Terbitkan Surat Utang, Kembangkan Portofolio Bisnis Tambang