Purbaya Ungkap Strategi Ekonomi Prabowo, Gak Cuma Soal MBG

Zahwa Madjid, CNBC Indonesia
Jumat, 22/05/2026 11:59 WIB
Foto: Audiance menyampaikan pertanyaan kepada Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa dalam Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, DIY, Jumat (22/5/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan arah kebijakan dan strategi perekonomian yang diusung Presiden Prabowo Subianto bukan hanya dipenuhi soal Makan Bergizi Gratis (MBG) semata.

Hal ini ditegaskannya dalam menjawab pertanyaan dari Founder CT Corp Chairul Tanjung mengenai strategi pemerintah mengontrol defisit fiskal, dalam acara Jogjakarta Financial Festival di Jogja Expo Centre (JEC) pada hari ini, Jumat (21/5/2026).


"Jadi yang banyak orang gak ngerti langkah Pak Prabowo. Ngapain sih? apa sibuk dengan MBG? Enggak Pak Prabowo juga mengaktifkan private sector (sektor swasta)," ujar Purbaya.

Pemerintah, kata Purbaya, memastikan bagaimana belanja pemerintah tetap berjalan dan uang di dalam sistem perekonomian cukup. Dengan demikian, uang yang berputar bisa menghidupkan sektor swasta dan mesin ekonomi bergerak dua-duanya, pemerintah dan swasta.

"Ini yang kita jalankan ke depannya," ujar Purbaya.

Dia pun bercerita saat pertama kali dirinya menjadi Menteri Keuangan. Dia menyadari adanya gangguan di keuangan. Oleh karena itu, dia meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memindahkan Rp 200 triliun uang APBN ke dalam perbankan. Dia pun memaksa perbankan untuk menyalurkan uang tersebut.

"Kalau enggak mereka harus bayar bunga ke saya, rugi dia," kata Purbaya.

Dari kebijakan ini, defisit fiskal pada kuartal I-2026 tembus 0,93% dari PDB. Namun, Purbaya menjelaskan hal ini karena seluruh belanja ditarik ke awal tahun.

Setelahnya, memasuki kuartal II-2026, defisit mulai membaik. Pada April 2026, defisit APBN turun hingga 0,64% terhadap PDB.

Hal ini, kata Purbaya, juga disebabkan oleh perbaikan perbaikan penerimaan perpajakan. Ini juga tidak terlepas dari reformasi yang dilakukan pajak dan bea cukai.

"Maret defisit 093%, kata pengamat-pengamat, itu defisit bisa 3,6% tapi di April karena pajaknya bagus dan lain-lain, saya sudah reformasi perpajakan dan bea cukai, defisit kita tinggal 0,64% dan keseimbangan primer sudah positif," ujarnya.

"Artinya sudah berkesinambungan fiskalnya," tegas Purbaya.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Dolar AS Masih Perkasa di Rp 17.300, Faktor Ini Jadi Sebabnya