MARKET DATA

Saham Prajogo Masih Jadi Sasaran Jual Asing

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
21 May 2026 08:00
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok signifikan pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing masih melanjutkan aksi jual di sejumlah saham big caps meski secara keseluruhan berhasil membukukan net buy di pasar reguler pada perdagangan Rabu (20/5/2026).

Berdasarkan data bursa, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan net sell asing terbesar mencapai Rp375,8 miliar. Disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp221 miliar dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp140,5 miliar.

Aksi lepas asing juga masih terjadi di saham-saham konglomerasi dan telekomunikasi seperti PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), hingga PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Berikut daftar saham dengan net sell asing terbesar pada perdagangan kemarin:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp375,8 miliar
  2. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp221 miliar
  3. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - Rp140,5 miliar
  4. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) - Rp123,8 miliar
  5. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) - Rp113,7 miliar
  6. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp109,7 miliar
  7. PT Astra International Tbk (ASII) - Rp100,7 miliar
  8. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) - Rp78,1 miliar
  9. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) - Rp70,8 miliar
  10. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) - Rp34,2 miliar

Aksi jual asing juga terlihat dominan di saham-saham konglomerasi dan komoditas lapis pertama. Akan tetapi asing justru masuk ke saham bertema energi dan hilirisasi seperti ENRG, MBMA, BRMS, dan INDY.

Sementara itu IHSG bergerak bak roller coaster pada perdagangan kemarin. Setelah sempat naik turun sepanjang perdagangan intraday, IHSG berakhir melemah 0,82% ke level 6.318,50 pada penutupan.

Sebanyak 483 saham melemah, hanya 208 saham menguat dan sebanyak 126 saham tidak bergerak. Volume perdagangan saham mencapai 41,13 miliar lembar, dengan nilai Rp 22,36 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 2,47 juta kali.

Sebelumnya, pagi tadi jelang pidato Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat berbalik arah dan melesat naik 1% ke level 6.430,97 setelah dibuka terpuruk.

Adapun pasar merespons negatif pidato Prabowo yang mengumumkan terkait ekspor satu pintu atas sumber daya alam strategis Indonesia, termasuk batu bara dan kelapa sawit. Sebelum terpangkas signifikan pada akhir sesi pertama, IHSG sempat ambruk nyaris 2,5% usai Prabowo mengumumkan inisiasi badan ekspor milik BUMN.

Mayoritas sektor perdagangan melemah, dengan kontribusi pelemahan terbesar dicatatkan oleh infrastruktur dan barang baku, sementara yang menguat ada teknologi dan finansial.

(mkh/mkh) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Jelang MSCI, Saham Ini Dibuang Asing di Sesi 1


Most Popular
Features